Satu minggu telah berlalu, Nindya sudah sangat siap untuk memberikan presentasi. Ia menghubungi Yulia untuk menanyakan apakah Lingga sudah kembali atau masih dalam dinas luar.
“Assalamualaikum, Bu Yuli. Saya Inda, mau menanyakan Pak Lurah. Apakah bisa kalau hari ini saya menemui beliau?”
“Sebentar Ibu tanyakan dulu pada Pak Lurah. Beliau baru saja sampai di kantor. Nanti kalau sudah ada kabar, Ibu hubungi Neng Inda.”
“Baik, Bu. Terima kasih.”
Setelah menunggu hampir setengah jam, Nindya mendapatkan panggilan telepon dari Yulia.
“Neng Inda bisa menemui Pak Lurah hari ini setelah jam satu.”
“Baik, Bu. Terima kasih.”
Nindya melihat kedua sahabatnya menatap tanpa berkedip.
“Bagaimana? Pak Lurahnya bisa ditemui?” tanya Endah harap-harap cemas. Mereka khawatir proses perizinan yang lama ini membuat rencana yang sudah mereka susun dengan baik jadi sedikit terganggu.
Nindya mengangguk. “Nanti jam satu siang.”
“Yes!” Dian dan Endah berseru kompak.
“Ndah, nanti temani aku, bisa kan?” Nindya berharap Endah bisa menemaninya. Ia tidak mau bertemu Lingga sendirian. Setelah pembicaraan dengan ibunya minggu lalu, ia merasa canggung jika harus bertemu Lingga sendirian.
“Aku ada kelas nanti siang. Maafin aku yaa.” Endah menangkupkan kedua tangannya di depan dada tanda menyesal.
“Teh Dian?” Nindya menatap Dian dengan tatapan memohon.
“Teteh juga sudah ada janji dengan orangtua siswa yang bermasalah.”
Nindya pasrah harus bertemu Lingga sendirian.
Jam satu siang, Nindya sudah duduk manis di ruang tunggu kantor Kelurahan sambil menunggu Lingga yang menurut Bu Yulia sedang keluar untuk memantau perbaikan aula desa. Sebelum Lingga menjabat, aula yang ada sangat tidak terawat dan rusak berat. Setelah Lingga melobi beberapa pihak yang terkait, akhirnya dana untuk perbaikan aula tersedia.
Sebenarnya Lingga bisa saja menggunakan tenaga profesional untuk melakukan perbaikan aula agar proses pengerjaan cepat, efektif dan efisien, tetapi ia melihat penduduk setempat mungkin tidak akan terima jika…
Kepak Asa
37. Pertemuan Kesekian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments