Saat Nindya sedang beristirahat setelah kegiatan penyuluhan kesehatan di sekolah, ponselnya berdering. Saat berkegiatan, ponselnya memang ia simpan di laci meja kerja. Dengan malas, Nindya membuka laci meja dan mengambil ponselnya. Nama Lingga muncul di layar ponsel.
“Mau ngapain sih dia nelpon segala?” dengus Nindya. Ia malas menerimanya hingga dering itu berhenti. Sesaat kemudian, ponselnya kembali berdering. Mau tidak mau Nindya menerimanya.
“Halo, ada apa?” tanya Nindya ketus. Rasa lelah menambah buruk mood Nindya.
“Ketus sekali bicara sama calon suami,” ucap laki-laki di seberang telepon.
“Dih siapa juga yang mau sama dia. Dasar kepedean,” gerutu Nindya dalam hati.
“Ada perlu apa sama saya sampai menelepon?” Nindya menurunkan suaranya.
“Pulang jam berapa?”
“Jam 4.”
“Saya jemput.”
“Tidak perlu. Saya biasanya juga pulang sendiri.”
“Sekarang kan tidak biasa. Ada seorang laki-laki yang tulus memberikan perhatian sama kamu,” ungkap Lingga.
“Saya tidak suka merepotkan orang lain,” balas Nindya.
“Saya suka direpotkan sama kamu. Menjemput kamu bukanlah pekerjaan yang merepotkan.”
“Bu Nindya, dokter Fahri mencari Ibu. Sepertinya dokter Fahri ingin mengajak Bu Nindya untuk pulang bareng.” Suara seorang perempuan tertangkap Indera pendengaran Lingga. Lingga menduga suara yang ia dengar adalah suara salah seorang rekan kerja Nindya.
“Ada dokter Fahri di sekolah kamu? Ngapain dia di sekolah kamu?” cecar Lingga terdengar tidak suka.
“Lho, Pak Lurah tidak tahu mengenai acara yang diadakan Puskesmas di sekolah kami? Masa Pak Lurah tidak tahu?”
“Acara Puskesmas? Edukasi kesehatan? Sekarang lagi ada di sekolah kamu? Saya tahu, hanya saja tidak tahu kalau jadwal hari ini di sekolah kamu,” jelas Lingga.
“Kenapa masih bertanya mengenai dokter Fahri? Wajar dong kalau dokter Fahri ada di kegiatan edukasi kesehatan,” sahut Nindya.
“Yang tidak wajar itu kalau dia mengajak kamu pulang bareng,” ujar Lingga ketus.
“Eh?”
“Kamu tidak boleh pulang bersama dokter Fahri. Saya yang akan menjemp…
Kepak Asa
57. Perdebatan Kesekian Kali
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments