22. Tak Bisa Menolak

“Kalau boleh usul sih, bagaimana kalau yang lain saja yang bertanggung jawab untuk hal perizinan,” usul Nindya. Ia berharap ada yang mangambil alih tanggung jawab membuat perizinan.

“Silahkan. Menurut Inda, siapa yang mungkin bisa bertugas untuk mengurus perizinan? Kalau Dian dan Endah sudah pasti tidak bisa. Sandi dan Ramdan juga sudah punya tugas lain yang lebih berat karena harus menyiapkan sarana dan prasarana. Mungkin Inda bisa merekrut lagi anggota untuk tim kita.”

Mendengar penjelasan Andri membuat Nindya tidak bisa berkata-kata dan mencari alasan untuk menolak tugas untuk hal perizinan.

“Baiklah. Kalau begitu, Inda yang akan mengurus perizinan,” ucap Nindya berusaha menyembunyikan kekesalannya. Bukan kesal dengan tugas yang diberikan Andri, tapi kesal karena nanti ia akan banyak bertemu dan berurusan dengan Lingga.

**************

“Kenapa senyam senyum begitu? Baru dapat durian runtuh?” tanya Nindya pada Endah.

“Iya, duriannya manis banget,” jawab Endah sambil mengedipkan sebelah mata.

“Menyebalkan.” Nindya semakin kesal melihat Endah dan Dian yang sejak tadi tersenyum penuh misterius padanya. Ia yakin senyuman mereka itu pasti ada kaitannya dengan tugas yang akan dia emban sebagai penanggung jawab perizinan.

“Makanya jangan mati-matian menghindar yang akhirnya takdirmu berkata lain.” Endah terus menggodanya.

“Siapa yang menghindar?” sergah Nindya sengit.

“Itu dari kemarin-kemarin setiap mendengar nama Pak Lurah pasti bilangnya amit-amit terus. Eeeeh, sekarang malah dapat tugas minta izin sama Pak Lurah.”

Nindya melengos meninggalkan Endah.

“Tunggu, Nda.” Endah berlari mengejar Nindya yang sudah berjalan jauh meninggalkannya.

“Jangan Marah atuh, Nda. Kalau marah nanti tidak akan cantik. Kalau tidak cantik kan nanti Pak Lurah takut kalau lihat kamu,” goda Endah.

“Sekali lagi kamu menyebut dia. Aku beneran marah sama kamu,” ancam Nindya.

“Iya, iya, maafin yaa,” ucap Endah sambil terkikik. Kemudian ia mengaleng tangan Nindya dan berjalan bersama  sebelum berpisa…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes
1 1. Renungan Nindya
2 2. Pulang
3 3. Rencana
4 4. Tekad
5 5. Menunggu Izin
6 6. Surat Keputusan
7 7. Bersiap
8 8. Berkenalan
9 9. Idola Baru
10 10. Serangan
11 11. Pak Dokter
12 12. Laporan
13 13. Mengobati
14 14. Kesaksian
15 15. Perdebatan
16 16. Penyesalan
17 17. Terima Kasih
18 18. Pulang
19 19. Di Sekolah
20 20. Gosip
21 21. Tugas Baru
22 22. Tak Bisa Menolak
23 23. Kesal
24 24. Heran
25 25. Presentasi
26 26. Berdebat Lagi
27 27. Penawaran
28 28. Idola
29 29. Diskusi
30 30. Ide Pak Lurah
31 31. Mengantar
32 32. Sakit
33 33. Dirawat
34 34. Persiapan
35 35. Alam Bawah Sadar
36 36. Nasihat
37 37. Pertemuan Kesekian
38 38. Merayakan Kemenangan
39 39. Tawaran
40 40. Peresmian
41 41. Orang Ketiga
42 42. Kebohongan
43 43. Serangan
44 44. Akhir Pertarungan
45 45. Mengobati Luka
46 46. Masih Berdua
47 47. Gelisah
48 48. Perjodohan
49 49. Buka Hatimu!
50 50. Perjalanan Pertama
51 51. Bertemu Orang Tua
52 52. Interogasi
53 53. Wacana Pertemuan
54 54. Tidak Benci
55 55. Sarapan Bersama
56 56. Mengantar
57 57. Perdebatan Kesekian Kali
58 58. Khawatir
59 59. Musibah
60 60. Peduli
61 61. Siap Kembali
62 62. Calon Mertua
63 63. Bukan Selingkuh
64 64. Pembicaraan Ibu dan Anak
65 65. Ingkar Janji
66 66. Terlihat Seperti Pasangan
67 67. Siap Menjadi Istri
68 68. Masa Kecil
69 69. Selamat Tinggal Masa Lalu
70 70. Komitmen
71 71. Penculikkan?
72 72. Pencarian
73 73. Keputusan Sulit
74 74. Kejutan Manis
Episodes

Updated 74 Episodes

1
1. Renungan Nindya
2
2. Pulang
3
3. Rencana
4
4. Tekad
5
5. Menunggu Izin
6
6. Surat Keputusan
7
7. Bersiap
8
8. Berkenalan
9
9. Idola Baru
10
10. Serangan
11
11. Pak Dokter
12
12. Laporan
13
13. Mengobati
14
14. Kesaksian
15
15. Perdebatan
16
16. Penyesalan
17
17. Terima Kasih
18
18. Pulang
19
19. Di Sekolah
20
20. Gosip
21
21. Tugas Baru
22
22. Tak Bisa Menolak
23
23. Kesal
24
24. Heran
25
25. Presentasi
26
26. Berdebat Lagi
27
27. Penawaran
28
28. Idola
29
29. Diskusi
30
30. Ide Pak Lurah
31
31. Mengantar
32
32. Sakit
33
33. Dirawat
34
34. Persiapan
35
35. Alam Bawah Sadar
36
36. Nasihat
37
37. Pertemuan Kesekian
38
38. Merayakan Kemenangan
39
39. Tawaran
40
40. Peresmian
41
41. Orang Ketiga
42
42. Kebohongan
43
43. Serangan
44
44. Akhir Pertarungan
45
45. Mengobati Luka
46
46. Masih Berdua
47
47. Gelisah
48
48. Perjodohan
49
49. Buka Hatimu!
50
50. Perjalanan Pertama
51
51. Bertemu Orang Tua
52
52. Interogasi
53
53. Wacana Pertemuan
54
54. Tidak Benci
55
55. Sarapan Bersama
56
56. Mengantar
57
57. Perdebatan Kesekian Kali
58
58. Khawatir
59
59. Musibah
60
60. Peduli
61
61. Siap Kembali
62
62. Calon Mertua
63
63. Bukan Selingkuh
64
64. Pembicaraan Ibu dan Anak
65
65. Ingkar Janji
66
66. Terlihat Seperti Pasangan
67
67. Siap Menjadi Istri
68
68. Masa Kecil
69
69. Selamat Tinggal Masa Lalu
70
70. Komitmen
71
71. Penculikkan?
72
72. Pencarian
73
73. Keputusan Sulit
74
74. Kejutan Manis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!