“Kalau boleh usul sih, bagaimana kalau yang lain saja yang bertanggung jawab untuk hal perizinan,” usul Nindya. Ia berharap ada yang mangambil alih tanggung jawab membuat perizinan.
“Silahkan. Menurut Inda, siapa yang mungkin bisa bertugas untuk mengurus perizinan? Kalau Dian dan Endah sudah pasti tidak bisa. Sandi dan Ramdan juga sudah punya tugas lain yang lebih berat karena harus menyiapkan sarana dan prasarana. Mungkin Inda bisa merekrut lagi anggota untuk tim kita.”
Mendengar penjelasan Andri membuat Nindya tidak bisa berkata-kata dan mencari alasan untuk menolak tugas untuk hal perizinan.
“Baiklah. Kalau begitu, Inda yang akan mengurus perizinan,” ucap Nindya berusaha menyembunyikan kekesalannya. Bukan kesal dengan tugas yang diberikan Andri, tapi kesal karena nanti ia akan banyak bertemu dan berurusan dengan Lingga.
**************
“Kenapa senyam senyum begitu? Baru dapat durian runtuh?” tanya Nindya pada Endah.
“Iya, duriannya manis banget,” jawab Endah sambil mengedipkan sebelah mata.
“Menyebalkan.” Nindya semakin kesal melihat Endah dan Dian yang sejak tadi tersenyum penuh misterius padanya. Ia yakin senyuman mereka itu pasti ada kaitannya dengan tugas yang akan dia emban sebagai penanggung jawab perizinan.
“Makanya jangan mati-matian menghindar yang akhirnya takdirmu berkata lain.” Endah terus menggodanya.
“Siapa yang menghindar?” sergah Nindya sengit.
“Itu dari kemarin-kemarin setiap mendengar nama Pak Lurah pasti bilangnya amit-amit terus. Eeeeh, sekarang malah dapat tugas minta izin sama Pak Lurah.”
Nindya melengos meninggalkan Endah.
“Tunggu, Nda.” Endah berlari mengejar Nindya yang sudah berjalan jauh meninggalkannya.
“Jangan Marah atuh, Nda. Kalau marah nanti tidak akan cantik. Kalau tidak cantik kan nanti Pak Lurah takut kalau lihat kamu,” goda Endah.
“Sekali lagi kamu menyebut dia. Aku beneran marah sama kamu,” ancam Nindya.
“Iya, iya, maafin yaa,” ucap Endah sambil terkikik. Kemudian ia mengaleng tangan Nindya dan berjalan bersama sebelum berpisa…
Kepak Asa
22. Tak Bisa Menolak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments