“Benarkah?” tanya Nindya. Raut wajahnya berseri-seri.
Fahri mengangguk.
“Wah, saya senang sekali kalau memang Bang Fahri ingin ikut bergabung dan berpartisipasi dalam kegiatan kami. Terima kasih, Bang.” Tanpa sadar Nindya menggenggam tangan Fahri saking bahagianya.
“Saya bisa membantu di bidang kesehatan.”
“Kita akan adakan sosialisasi kesehatan untuk para perempuan. Abang pasti sudah tahu data ibu melahirkan di desa ini. Kebanyakan dari mereka berusia tidak lebih dari 20 tahun, bahkan banyak perempuan yang melahirkan di usia sebalum 17 tahun. Kita bisa memberikan edukasi tentang usia yang tepat untuk melahirkan. Selain usia yang belia, banyak juga yang sudah berumur di atas 45 tahun masih melahirkan tanpa didampingi bidan atau dokter.” Mata Nindya berbinar-binar ketika menjelaskan apa yang akan dilakukannya dengan tambahan Fahri di dalam tim mereka.
“Itulah sebabnya saya ingin bergabung dengan kegiatan yang akan kalian lakukan. Saya juga sangat ingin mengedukasi masalah kesehatan terutama untuk perempuan, karena di desa ini, kaum perempuannya agak mengabaikan kesehatan mereka. Perempuan itu makhluk yang kuat sekaligus lemah.”
Raut wajah Nindya berubah ketika mendengar pernyataan Fahri yang menyebutkan perempuan adalah kaum yang lemah. Ada sorot ketidaksetujuan dalam matanya dan Fahri menyadari perubahan ekspresi Nindya.
“Maksudku lemah itu karena perempuan memiliki masa hamil, melahirkan, menyusui, dan juga menstruasi. Pada saat inilah perempuan harus sangat memperhatikan kesehatan mereka karena mereka ada dalam fase yang tidak fit. Mengerti kan maksud saya? Jadi bukan lemah yang seperti kamu pikirkan.”
“Ternyata Bang Fahri bisa membaca pikiran saya,” kata Nindya sembari terkekeh.
“Setelah beberapa kali berinteraksi dengan kamu. Saya sudah mulai sedikit memahami karakter kamu. Kamu itu sangat baik, tapi akan berubah menjadi garang jika ada hal-hal yang tidak sejalan dengan pemikiran kamu.”
“Sifat yang buruk, kan?”
“Tidak juga. Asalkan kamu bisa mengontrolnya, saya…
Kepak Asa
39. Tawaran
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments