Apa maksudnya kamu senang?” cecar Lingga tidak suka.
“Tentu saja senang karena dokter Fahri memberikan penyuluhan dan edukasi mengenai kesehatan reproduksi untuk perempuan dan bahaya seks sebelum menikah kepada seluruh siswa. Apa yang disampaikan dokter Fahri sangat sangat informatif.”
“Oh.” Lingga lega mendengar alasan Nindya. Ia sudah berburuk sangka saja jika Nindya menaruh hati pada dokter muda itu.
“Ya, anak-anak juga antusias mendengar penjelasan dokter Fahri. Ini pertama kali ada dokter yang datang ke sekolah dan memberikan penjelasan yang begitu menarik dan informatif,” ungkap Nindya.
“Sekarang, membicarakan seks sudah tidak tabu lagi. Para remaja memang harus teredukasi mengenai bahaya pergaulan bebas karena pergaulan bebas tidak hanya terjadi di kota besar saja.”
“Ya. Remaja putri juga harus tahu bahaya menikah dan melahirkan di bawah umur karena alat reproduksi mereka belum siap. Sampai sekarang, masih saja banyak orang tua yang menikahkan anak-anak perempuan saat mereka belum cukup umur. Banyak anak-anak yang baru lulus SD sudah dinikahkan, bahkan yang belum lulus SD juga ada yang sudah dinikahkan. Saya gak ngerti pikiran orang tua yang menikahkan anak-anak saat seharusnya mereka mendapatkan pendidikan yang layak.”
“Pemikiran kamu bagus, tapi jangan langsung memaksakan pemikiran kamu kepada masyarakat yang belum teredukasi. Kalau kamu tetap memaksa mereka untuk menerima pendapat kamu, bukannya bagus, malah mereka akan berbalik menyerang kamu. Kita harus bermain cantik agar mereka mau menerima pembaharuan dengan senang hati.”
Nindya manggut-manggut mendengar penjelasan Lingga.
“Kamu masih ingat saat diserang warga tempo hari? Niat kamu memang baik, tapi kamu kurang memahami kebiasaan masyarakat yang mungkin sudah berlangsung selama puluhan atau bahkan ratusan tahun. Pelan-pelan saja. Yang pasti, saya akan selalu mendukung semua hal baik yang kamu lakukan.”
Tidak ada bantahan dari Nindya, dan itu membuat Linggga lega. Ternyata pujaan hatinya itu tidak sela…
Kepak Asa
58. Khawatir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments