“Apa dia marah? Kenapa harus marah? Apa karena aku menolaknya? Tapi tidak ada kata-kata penolakan dariku.” Nindya asyik dalam monolognya setelah mobil Lingga tak terlihat lagi.
Nindya masuk ke dalam rumah dengan pikiran yang berkecamuk. Ia khawatir Lingga tersinggung karena perkataannya. Nindya bingung dengan perasaannya sendiri. Sejak kapan ia memikirkan Lingga akan tersinggung atau tidak.
Di kamar, Nindya mengeluarkan novel yang tadi ia beli, sisanya ia biarkan tetap di kantong belanjaan karena besok akan ia bawa ke sekolah.
Saat membuka bungkus plastik, wajah Lingga kembali terbayang dalam pikiran Nindya. Momen saat Lingga bersikeras menolak pembayaran darinya kembali menari-nari di dalam kepalanya. Nindya berusaha mengusir bayangan Lingga dengan menggelengkan kepala keras-keras, tapi bukannya menghilang malah semakin kuat bercokol.
“Ih, kenapa kamu gak pergi sih? Sana pergi!” Nindya memejamkan mata lalu menutup wajah dengan menggunakan bantal. Ia berharap bayangan Lingga akan menghilang setelah segalanya gelap. Namun, dalam kegelapan itu, bayangan Lingga masih hadir dan tampak begitu jelas.
Menyerah dengan apa yang menimpanya, Nindya kembali membuka mata dan mencoba untuk membaca novel yang tadi dibeli. Ia memokuskan pikiran pada deretan kalimat di hadapannya. Beruntung, tidak lama kemudian, Nindya larut dalam rangkaian cerita yang diciptakan penulis favoritnya.
Suara azan, menyadarkan Nindya untuk segera menghentikan kegiatan membacanya. Ia beranjak menuju kamar mandi untuk berwudu, lalu melaksanakan ibadah rutin. Tidak lupa setelah selesai salat, ia berdoa meminta kekuatan untuk mengusir bayangan laki-laki yang akhir-akhir ini sering datang untuk mengganggu ketenangan hidupnya.
Pagi hari, sang mentari sudah tidak malu-malu lagi menampakkan diri. Cuaca di musim kemarau memang sedikit lebih hangat dibandingkan cuaca di musim penghujan. Meskipun suhu udara di pedesaan masih jauh lebih sejuk dibandingkan suhu di perkotaan, tetap saja cuaca yang hangat membuat Nind…
Kepak Asa
55. Sarapan Bersama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments