“Maksud kami berkunjung adalah selain untuk bersilaturahmi, juga untuk membicarakan hal yang berkaitan dengan putra kami dan juga putri Bapak dan Ibu.” Ayah Lingga menyampaikan maksud dari kunjungan mereka.
setelah pembicaraan hangat antara dua keluarga. Diputuskan bahwa Nindya dan Lingga akan dua bulan lagi.
“Mbu, dua bulan gak kecepetan?” bisik Nindya.
“Memangnya kamu mau dilama-lamain? Niat baik itu harus disegerakan. Usia kamu dan nak Lingga sudah sangat cukup. Memangnya kamu mau menunggu berapa bulan? Satu tahun? Lima tahun? Kalah dong sama kreditan motor,” goda Euis.
“Ya gak gitu juga Mbu. Empat atau lima bulan lagi gitu.”
“Sama saja, mau dua bulan mau lima bulan lagi juga.”
Nindya memberanikan diri melirik ke arah Lingga untuk selanjutnya tersipu malu karena tatapan hangat Lingga. Begitu pun dengan Lingga yang sejak satu minggu sebelum acara lamaran hari ini selalu gelisah. Ia khawatir jika niatnya terhalang banyak hal. Hampir setiap hari ia kurang tidur dan berusaha menyibukkan diri dengan pekerjaan sebagai pengalih perhatian. Setelah tanggal pernikahan ditentukan, ia sedikit lega. Masih sedikit karena sejatinya Nindya belum sah menjadi pasangannya. Sejujurnya, Lingga ingin menikahi Nindya secepat mungkin. Kalau memang bisa, ia ingin menikah besok saja.
Waktu dua bulan untuk menyiapkan pernikahan tentu saja membuat ibu Nindya tidak bisa bersantai. Baik ibu Nindya maupun Lingga harus berkolaborasi apik jika ingin pesta pernikahan anak-anak mereka meriah. Nindya dan Lingga sama-sama anak bungsu dan para orang tua ingin anak-anak bungsu mereka mendapatkan pesta terbaik.
Sebenarnya Lingga dan Nindya menginginkan pesta pernikahan yang sederhana saja. Bahkan Nindya mengusulkan mereka menikah di KUA saja dan setelahnya syukuran keluarga inti seperti tren menikah saat ini. Ya, banyak pasangan yang melangsungkan pernikahan sederhana, yang penting sah secara agama dan hukum negara. Menurut Nindya pesta pernikahan meriah hanya membuang uang dan tenaga saja. Tentu saja…
Kepak Asa
70. Komitmen
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments