“Inda pamit dulu, Mbu.” Nindya mencium punggung tangan Euis. “Bilang sama abah, Inda pergi dulu.” Darma sedang ada urusan bersama para pekerjanya di ladang. Sehabis subuh, ia sudah pergi ke ladangnya. Beruntung Nindya sudah izin pada ayahnya sejak semalam sehingga ia tidak perlu lagi meminta izin pada Darma.
“Kita mau ke mana Pak Dokter?” tanya Nindya.
“Abang.”
“Eh?”
“Kamu kan sudah janji untuk memanggilku dengan sebutan abang. Apa mau utang kamu bertambah banyak?” Fahri terkekeh membayangkan hari hari ia akan berkencan dengan Nindya.
“Eh, maaf ya Bang. Soalnya belum terbiasa memanggil dengan sebutan abang. Kalau di sini kan jarang ada yang memanggil laki-laki lebih tua dengan sebutan abang. Banyaknya memanggil aa atau akang,” sahut Nindya.
“Boleh juga kalau kamu memanggilku dengan sebutan aa atau akang,” ucap Fahri. “Terdengar lebih intimate dan romantis,” tambahnya dalam hati. Hati Fahri berbunga-bunga saat membayangkan Nindya memanggilnya aa atau akang.
“Abang saja. Kan Abang bukan asli suku Sunda. Biasanya orang Sunda yang dipanggil aa atau akang.”
“Terserah kamu saja. Aku akan senang dipanggil apapun olehmu,” jawab Fahri. Bahkan panggilan pak dokter dari mulut Nindya saja sudah membuat Fahri senang.
“Kita mau ke mana, Bang?” tanya Nindya penasaran. Fahri tidak mau menjawab pertanyaan Nindya, ia bilang kalau tempat yang mereka tuju adalah tempat yang indah dan mungkin masih jarang dikunjungi wisatawan lokal.
“Kamu sudah sarapan?” tanya Fahri.
“Sudah, Bang.”
“Bagus. Jadi kamu tidak akan masuk angin Abang bawa motoran seperti ini.”
Tentu saja Nindya tidak akan melewatkan makan paginya, terutama saat ia harus bepergian dengan menggunakan motor. Ia takut masuk angin.
Setelah hampir satu jam perjalanan, Fahri menghentikan motornya di pinggir jalan.
“Turun dulu di sini, yuk!”
Nindya mematuhi Fahri dan tercengang saat melihat pemandangan yang terhampar. Ia tidak menyangka jika Fahri akan mengajaknya ke tempat seindah itu. Tampak kebun teh berwarna hijau segar terhampar…
Kepak Asa
63. Bukan Selingkuh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments