“Inda, ini Mama titip pudding buat ambu kamu. Mudah-mudahan ambu kamu suka pudding buatan Mama. Sampaikan salam Mama buat abah dan ambu kamu.”
“Terima kasih, Tante. Maaf kalau kedatangan saya mengganggu Tante dan Om,” ucap Nindya sambil menerima dus berisi pudding dan beberapa box berisi penganan khas kota Bandung yang sering diburu para wisatawan lokal untuk dibawa ke kota mereka. Ia merasa malu karena ia tidak membawa apapun saat berkunjung, tapi membawa banyak bungkusan saat pamit pulang.
“Panggil saja mama, jangan tante. Kamu harus mulai terbiasa dari sekarang.”
Nindya hanya tersenyum, tidak tahu harus berkata apa untuk membalas permintaan ibu Lingga.
Setelah mengucapkan salam dan mencium punggung tangan ibu Lingga, Nindya langsung berbalik meninggalkan tempat yang membuatnya jantungan sejak awal menginjakkan kaki. Ia bersyukur karena tidak bertemu dengan ayah Lingga saat berpamitan. Ibu Lingga memberitahu bahwa ayah Lingga sedang pergi ke rumah pak RT untuk membahas suatu masalah.
“Ma, doain Ingga. Besok mau ketemu sama abah dan ambunya Inda. Semoga niat baikku diterima.”
Ibu Lingga mengaminkan harapan putranya. Seperti biasa, ibu Lingga akan melakukan serangkaian kebiasaan saat melepas putra bungsunya pergi, mencium kening hingga mendoakan segala macam doa yang bisa diberikan seorang ibu kepada anaknya.
Di dalam mobil, Nindya sudah menunggu dengan gusar. Ia sudah tidak sabar untuk meluapkan kekesalannya.
“Apa maksudnya tadi?” cecar Nindya sesaat setelah Lingga menghidupkan mesin mobil.
“Memang kenapa dengan tadi?” tanya Lingga santai.
“Kenapa tadi kamu membiarkan kesalahpahaman. Saya tidak bodoh sampai tidak tahu maksud kamu tadi apa.”
“Kalau sudah tahu kenapa masih bertanya?”
“Pokoknya saya gak suka kamu seenaknya seperti itu.”
“Seenaknya bagaimana?”
“Ya, tadi. Kamu membiarkan orang tua kamu salah paham. Mereka beranggapan kalau ada hubungan diantara kita.”
“Memang kita ada hubungan, kan?”
“Hubungan apa?” bentak Nindya kesal.
Lingga mulai menjalankan mobilnya…
Kepak Asa
54. Tidak Benci
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments