“Sudah, jangan bahas lagi panggilan. Kita bahas tentang rencana pelatihan saja.”
“Siapa tadi yang memulai?”
“Menurut saya, coba kalian dekati para tokoh masyarakat yang berpengaruh. Ajak berdiskusi dan minta bantuan dan dukungan mereka. Biasanya warga akan mendengar apa yang dikatakan oleh para tokoh masyarakat yang mereka percaya.”
Nindya mendengarkan Lingga dengan serius.
“Misalnya Pak Haji Warta. Beliau yang disepuhkan dan juga ketua DKM. Berkunjunglah ke rumah beliau sambil mengutarakan niat baik kalian. Kalau bicara sama orangtua jangan terlihat seperti kita tahu segalanya. Tempatkan diri kita sebagai orang yang fakir ilmu dan hendak berilmu kepada mereka. Mengerti?”
Nindya mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti.
“Nah, coba bicarakan dengan teman-teman yang lain. Kapan kalian akan berkunjung kepada para tokoh masyarakat. Jadwalkan dengan terperinci. Buat target dan timeline yang jelas. Mengerti?”
“Iya mengerti Pak Guru...” jawab Nindya berlagak seperti murid pada gurunya.
“Saya ini Pak Lurah, bukan Pak Guru.”
“Baik, Pak Lurah. Terima kasih atas segala bantuan dan ide yang sudah Pak Lurah berikan pada kami. Jadi, izinnya kapan keluar?” tuntut Nindya.
“Nanti kalau kalian sudah mendapatkan kemajuan yang baik. Paham?”
“Paham, Pak Guru eh Pak Lurah,” ucap Nindya sambil terkikik.
“Nah kalau tersenyum begitu kan terlihat cantik.” Ucapan Lingga yang terdengar genit membuat wajah Nindya kembali cemberut.
“Kalau cemberut begitu kelihatannya jadi jelek.”
“Biarin,” balas Nindya sengit.
Lingga kembali tertawa lepas. Hari ini, hari keberuntungan bagi Lingga karena ia bisa tertawa lepas setelah hampir satu bulan bermuka serius.
Lingga melirik jam tangannya dan melihat jarum jam sudah menunjuk angka empat.
“Sudah sore, waktunya pulang. Mau saya antar pulang?” tawar Lingga.
“Tidak perlu, terima kasih. Saya sudah telepon orang rumah untuk menjemput,” tolak Nindya.
“Baiklah. Saya tungguin kamu sampai dijemput,” kata Lingga.
Setelah Lingga dan Nindya keluar, pintu kantor kelur…
Kepak Asa
30. Ide Pak Lurah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments