Setelah semua rangkaian acara selesai, akhirnya Lingga berpikir kalau ia bisa bernafas lega. Tetapi sepertinya ia belum dapat bernapas lega karena ia melihat Nindya menghampirinya dengan raut wajah yang sepertinya tidak tampak senang dan bahagia.
Setelah Nindya berdiri tepat di hadapannya, Lingga menampilkan senyum termanisnya.
“Kenapa Pak Lu...”
“Maaf.”
Sebelum Nindya sempat mengeluarkan uneg-unegnya, Lingga memotong perkataan Nindya dengan ucapan maaf.
“Kenapa Pak…”
“Iya, maaf. Saya minta maaf,” ucap Lingga kembali memotong perkataan Nindya.
“Bisa tidak untuk tidak memotong dulu perkataan saya dengan ucapan maaf?” protes Nindya sembari menahan kesal.
“Maaf.”
“Tuh kan bilang maaf terus,” cibir Nindya.
Lingga terkekeh mendengar protes dari Nindya.
“Kenapa Pak Lurah hobi membuat orang kesal?”
“Saya? Membuat orang kesal? Siapa orang yang dibuat kesal oleh saya?”
“Ih, pura-pura tidak paham. Saya yang kesal sama Pak Lurah. Kenapa tadi langsung menutup panggilan telepon dari saya?” tanya Nindya meluapkan kekesalannya.
Lingga menghela nafas dengan kasar. Sepertinya ia tidak bisa menghindar dari kemarahan gadis yang ada di hadapannya ini.
“Panggilan pertama, saya sedang di tengah perjalanan menuju tempat ini. Kamu menelepon di saat saya sedang memacu motor di jalanan yang berbatu. Saya tidak sempat untuk berhenti sekadar menerima telepon kamu dengan santai sehingga saya harus menerima telepon dari kamu sambil memacu motor dengan kecepatan cukup tinggi. Saya tidak mau ambil risiko jatuh dari motor jika saya harus berlama-lama mengobrol dengan kamu.”
Nindya menatap Lingga tajam. Entah apa yang ada dipikirannya setelah ia mendengar penjelasan Lingga.
“Panggilan kedua, saya baru saja memarkirkan motor kemudian terdengar MC sudah memanggil saya agar segera naik ke atas untuk memberikan sambutan. Pada saat itu lah kamu menelepon. Saya harus sedikit berlari untuk sampai ke atas panggung dengan cepat. Saat itu, saya tidak punya waktu banyak untuk mengobrol santai dengan kamu.”
“Ke…
Kepak Asa
41. Orang Ketiga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments