“Neng, menurut Ambu, sifat Neng yang seperti itu tidak baik. Berburuk sangka pada orang lain sebelum Neng mengenal orangnya itu tidak baik. Belum tentu apa yang Neng sangka buruk di pertemuan pertama itu adalah sesuatu yang memang buruk. Ambu melihat Pak Lurah bukan orang yang tidak baik, malah Pak Lurah itu orang yang sangat baik menurut pandangan mata Ambu. Ambu heran kenapa Neng benci sama Pak Lurah. Hati-hati lho, benci bisa jadi cinta.”
“Itu kan menurut Ambu,” sela Nindya. Ia pura-pura tidak mendengar kalimat terakhir Euis.
“Betul, ini memang pendapat Ambu dan juga Abah. Kami melihat Pak Lurah sebagai individu yang baik dan juga pemimpin yang baik. Tidak melihat sifat sombong, angkuh ataupun sifat buruk lainnya dari Pak Lurah sepanjang yang Ambu dan Abah kamu perhatikan selama kami berinteraksi. Seperti halnya kamu yang memiliki penilaian sibjektif terhadap Pak Lurah, Abah dan Ambu pun memiliki penilaian yang beda atas Pak Lurah. Kalau kamu menilai Pak Lurah buruk, maka kami menilai Pak Lurah baik. Nah, penilaian siapa yang benar, kamu atau Abah dan Ambu?”
Nindya mencoba mengingat-ingat kembali tiap-tiap pertemuannya dengan Lingga. Ia hanya mengingat perdebatan sengit mereka.
“Kalau kita tidak suka sama orang lain atau kita merasa jika ada orang yang berlaku kurang baik sama kita, ingatlah perbuatan baiknya. Ambu yakin sejelek-jeleknya perilaku seseorang pasti ada hal baik yang bisa kita lihat darinya. Neng paham maksud Ambu?”
Nindya mengangguk lemah. Masih belum terima dengan perkataan ibunya tentang Lingga.
“Maksud Ambu, Neng jangan seenaknya mengekspresikan ketidaksukaan Neng terhadap sesuatu atau seseorang. Jangan sampai sikap Neng ini merugikan Neng sendiri suatu saat. Neng ingat kan orang-orang yang mau mencelakakan Neng tempo hari? Bisa jadi hal tersebut akibat dari ketidaksukaan orang lain pada sikap dan perilaku Neng.”
“Tapi kan itu bukan salah Neng.” Nindya tidak terima jika ia disalahkan atas peristiwa itu. Dia itu korban, bukan pelaku, tapi ibunya m…
Kepak Asa
36. Nasihat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments