“Maksudnya? Teh Dian ngomong apa sih?” Nindya bingung dengan pertanyaan-pertanyaan Dian. Dia tidak menyadari kalau Dian sedang menggodanya.
“Tadi kamu bilang kalau kamu sulit tidur karena ada yang dipikirkan tapi yang dipikirkan tidak ada. Itu orang yang dimaksud Pak Lurah, kan?” selidik Dian.
Endah menahan senyum melihat raut wajah kebingungan Nindya.
“Memangnya aku bilang seperti itu?” Wajah Nindya tampak memerah.
Dian dan Endah saling pandang dan berusaha menahan tawa karena mereka sedang berada di ruangan guru. Kalau tawa mereka lepas pasti mereka akan jadi pusat perhatian.
“Sudah, sudah, jangan dibahas lagi, ah. Aku keceplosan, salah bicara.” Nindya mengelak dari apa yang sudah terlanjur ia katakan tadi.
“Itu artinya di dalam alam bawah sadar, kamu tuh memikirkan dia,” ujar Dian meneruskan godaannya. “Kalau memang iya juga tidak apa-apa kok. Teteh mah pasti mendukung kamu sama Pak Lurah.
Karena kesal dengan godaan yang dilancarkan dua orang sahabatnya itu, Nindya mencubit lengan Endah dan Dian. Bukannya mengaduh, Endah dan Dian malah tertawa cekikikan sambil kabur keluar dari ruang guru karena mereka sudah tidak mampu menahan tawa lagi.
Di dalam ruang guru, Nindya menahan malu, wajahnya semakin memerah. Ia merutuki dirinya sendiri karena sudah salah bicara di hadapan Dian dan Endah. Nindya jadi merasa ketakutan. Ketakutan dengan perasaannya sendiri. Jangan-jangan apa yang dikatakan Dian benar kalau di bawah alam sadarnya, ternyata ia memang memikirkan Lingga. Nindya bergidik membayangkan hal itu.
Sampai di rumah, Ibunya juga menanyakan tentang hasil presentasinya.
“Orangnya tidak ada, Mbu. Mengesalkan,” jawab Nindya sambil masuk ke dalam kamar.
Euis yang melihat Nindya yang marah-marah tidak jelas hanya menggeleng-gelengkan kepala. Sepertinya ia terlalu memanjakan Nindya sehingga anak bungsunya itu kurang bisa mengontrol emosi.
Euis bertekad untuk bicara pada Nindya jika emosinya sudah mereda. Ia harus mengingatkan pada Nindya. Euis khawatir akan ada orang yang…
Kepak Asa
35. Alam Bawah Sadar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments