“Kamu mau dengar alasan saya atau tidak?” tandas Lingga tegas.
Nindya diam. Dia malas menanggapi Lingga
“Dengarkan baik-baik dengan kepala dingin dan hati yang tenang. Bisa?”
“Ya.” Nindya menjawab dengan dengusan.
“Bukannya saya mempersulit dalam mengeluarkan surat izin, tetapi saya menanyakan sudah sejauh mana kesiapan kalian dalam membangun balai pelatihan, yang saya sangat yakin akan memberikan banyak manfaat untuk masyarakat di desa kita. Tidak mudah mengubah pola pikir masyarakat di sini. Tidak semua masyarakat menerima ide dan rencana kalian yang luar biasa ini. Saya tidak ingin rencana kalian tidak bisa terlaksana jika warga menolak. Sampai sini kamu paham?” Lingga menatap Nindya tajam.
Nindya mengangguk.
“Saya sangat mendukung semua kegiatan positif yang akan kalian lakukan. Saya yakin tujuan kalian sangat mulia, yaitu ingin meningkatkan kualitas diri masyarakat di desa ini terutama perempuan dan anak-anak. Tetapi….” Lingga menghela nafas dengan sedikit kasar sebelum meneruskan perkataannya.
“Kalian harus memahami juga psikologi masyarakat di sini. Kalau saya harus jujur pada kamu, saya akan menceritakan bagaimana perjuangan saya dan tim dalam membujuk masyarakat agar mau menggunakan sistem pengairan yang lebih efektif dan efisien untuk mengairi sawah mereka. Tidak cukup satu atau dua minggu untuk meyakinkan mereka. Saya dan tim butuh hampir satu bulan untuk meyakinkan mereka.”
Nindya tampak mencerna apa yang Lingga ceritakan.
“Masalah perizinan untuk kegiatan kalian, saya pasti akan memberikannya. Hanya saja saya ingin memastikan rencana yang kalian rancang itu sudah benar-benar matang. Dalam hal ini, saya meminta kalian untuk melakukan tes pasar dulu pada masyarakat. Apakah mereka bisa menerima rencana kalian itu atau menolaknya mentah-mentah.”
Sepertinya Nindya sudah menangkap maksud Lingga.
“Kamu ingat kan atas musibah yang terjadi sama kamu satu bulan yang lalu?” tanya Lingga.
Nindya mengangguk.
“Kamu juga sudah mengetahui kan alasan Atang meminta teman…
Kepak Asa
26. Berdebat Lagi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments