“Presentasi yang sangat bagus dengan data pendukung yang akurat. Insya Allah, secara pribadi dan sebagai pemimpin di desa ini tentu saja saya sangat mendukung kegiatan yang akan kalian lakukan untukwarga desa,” kata Lingga yang dibalas Nindya dengan senyuman manis.
“Terima kasih, Pak Lurah. Izin dan dukungan dari Pak Lurah sangat berarti bagi kami.”
“Untuk tempat pelatihan, dalam proposal disebutkan bahwa lokasi pelatihan di rumah salah satu warga, betul begitu?”
“Betul, Pak Lurah. Lokasi pelatihannya akan diadakan di rumah orangtua saya. Kebetulan kami memiliki ruangan yang cukup luas untuk menampung lebih dari 10 orang,” jawab Nindya.
“Bagus. Tapi rumah orangtua kamu cukup jauh dijangkau oleh target warga yang ingin kalian berikan pelatihan. Saya mengusulkan untuk tempat pelatihan bisa menggunakan aula desa. Sekarang ini memang masih direnovasi. Mungkin minggu depan sudah bisa dipakai.”
“Alhamdulillah. Boleh, Pak Lurah?” tanya Nindya, sorot matanya berbinar.
“Tentu saja sangat boleh,” balas Lingga.
Nindya sangat bahagia mendengar perkataan Lingga. Saking bahagianya, ingin rasanya ia melompat-lompat dan memeluk pria di hadapannya itu. Lingga ikut tersenyum melihat luapan kebahagiaan Nindya.
Setelah medapatkan surat izin yang ditandatangai Lingga, Nindya langsung pamit.
“Maaf hari ini saya tidak bisa mengantar kamu. Masih ada beberapa urusan yang harus saya selesaikan, kecuali kamu,” Lingga berdeham, “mau menunggu saya.”
“Tidak usah, Pak Lurah. Saya pulang sendiri saja.”
“Ada yang jemput?” tanya Lingga.
“Ada.” jawab Nindya. Sebenarnya Mang Jana, supir keluarga yang biasa mengantar dan menjemput sedang pergi mengantar ibunya ke kota sehingga Nindya tidak ada yang menjemput.
“Kamu sudah menghubungi supir untuk menjemput kamu?”
“Sudah,” jawab Nindya berbohong.
“Yakin?” Lingga memastikan lagi.
“Sangat yakin, Pak Lurah. Sudah, ah. Pak Lurah kok rewel sekali. Lagian saya ini sudah bukan anak kecil lagi. Kalau pun memang tidak ada yang menjemput, saya bisa pulang sendiri,”…
Kepak Asa
38. Merayakan Kemenangan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments