Malam itu, Nindya masih terjaga. Jarum jam di dinding terus bergerak menuju angka satu yang artinya sudah lewat tengah malam. Tubuh Nindya begitu lelah tapi matanya tampak engan bekerja sama. Meskipun ia sudah berusaha untuk memejamkan mata, tapi otaknya masih memberikan perintah untuk terjaga. Isi pesan Lingga masih melekat erat dalam ingatannya.
Besok pagi saya jemput. Jangan menolak! Saya tidak menerima penolakan. Kamu sangat tahu bagaimana perasaan saya terhadap kamu.
Apaan sih?
Kamu sangat tahu apa yang saya maksud. Jangan mengelak dan pura-pura tidak tahu.
Terserah. Saya mau tidur jangan kirim pesan lagi.
I love you.
Pesan terakhir yang dikirimkan Lingga membuat jantung Nindya semakin berdetak lebih kencang. Ditambah ikon hati berwarna merah semakin membuat wajahnya merona dan berhasil membuatnya terjaga hingga lewat tengah malam. Alhasil ia terlambat bangun. Nindya merutuk dan mendoakan Lingga mengalami penderitaan seperti dirinya.
Tentu saja nasib Lingga tidak jauh berbeda dengan Nindya. Setelah mengirim pesan berisi pengakuan perasaannya, Lingga pun tidak mampu mengistirahatkan kerja otaknya yang terus memberikan perintah kepada mata untuk terus terjaga.
Berbeda dengan Nindya yang mampu tertidur walau hanya sesaat, Lingga terus terjaga hingga waktu subuh dan baru bisa tidur setelah subuh. Akibatnya, Lingga datang sangat terlambat ke kantor. Jarum jam hampir menunjuk angka dua belas saat Lingga tiba di tempatnya bekerja. Perjalanan dari rumah orangtuanya menuju tempat bekerja yang cukup jauh tentu saja menguras energi Lingga yang memang tidak terisi maksimal. Janji mengantar jemput Nindya tidak mampu ia tunaikan.
Maaf, saya tidak jadi menjemput kamu di rumah.
Cukup lama Lingga menunggu jawaban Nindya.
Tidak apa-apa. Saya tidak minta.
Saya jemput kamu di sekolah.
Tidak usah. Saya bisa pulang sendiri. Saya bawa sepeda.
Baiklah. Hati-hati di jalan.
Nindya merasa heran dengan jawaban Lingga. Tidak biasanya laki-laki yang kerap mengganggu tidurnya itu menjawab pa…
Kepak Asa
65. Ingkar Janji
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments