Hampir saja Nindya lupa mengabari pihak sekolah atas ketidakhadirannya hari ini. Ia langsung menelepon Endah untuk mengabari musibah yang terjadi padanya dan meminta teman baiknya itu untuk memintakan izin pada bagian administrasi sekolah. Nindya mengatakan bahwa surat sakitnya akan ia berikan saat ia masuk sekolah.
“Kamu tidak apa-apa?” tanya Endah merasa khawatir.
“Tenang saja. Semuanya sudah aman terkendali. Nanti aku ceritakan detailnya,” janji Nindya sebelum ia menutup sambungan teleponnya.
Setelah mendapatkan perawatan atas luka-lukanya, Nindya memaksa untuk langsung pulang kendati dilarang Fahri.
“Jangan langsung pulang dulu. Kamu di sini dulu beberapa saat. Kalau tidak ada keluhan, kamu boleh pulang,” bujuk Fahri.
“Tidak ada keluhan kok, Dok. Luka-lukanya gak sakit juga. Nanti di rumah saya ganti perbannya sesuai instruksi yang tadi Dokter bilang.” Nindya bersikeras untuk cepat pulang.
“Kamu tidak merasa pusing atau mual?” tanya Fahri khawatir karena sempat melihat Nindya yang didorong hingga jatuh tersungkur ke atas tanah oleh para preman tadi pagi.
“Gak pusing dan gak mual, Dok,” jawab Nindya yakin.
“Ya sudah kalau kamu ingin pulang, tapi tunggu Zaki untuk mengantar kamu pulang.”
“Tidak usah repot-reot, Dok. Saya sudah menelepon orang rumah untuk jemput saya di sini.” Nindya menolak tawaran Fahri.
Fahri mengingatkan kembali Nindya untuk rutin mengganti perban dan membersihkan luka-lukanya dengan disinfektan agar tidak infeksi.
“Jangan lupa obatnya diminum kalau kamu merasa pusing atau mual.” Fahri menyerahkan satu bungkusan plastik berisi obat.
“Baik, Pak Dokter!” jawab Nindya sambil mengangkat tangannya seperti memberi hormat pada bendera.
Fahri tersenyum melihat Nindya.
***********
Pelan-pelan Nindya turun dari motor. Ia merasakan lututnya sedikit perih.
“Bisa turunnya, Teh?’ tanya Dani, pegawai ayahnya, khawatir karena Nindya kesulitan turun dari motor.
“Bisa. Tapi lututnya sedikit perih. Maaf ya kalau turunnya lambat,” ucap Nindya.
“Tidak apa-apa, Teh.…
Kepak Asa
18. Pulang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments