Sebuah pesan masuk ke ponsel Nindya, pesan dari Fahri. Nindya menatap layar ponselnya lama. Ia ragu untuk membukanya. Sebenarnya bukan sekadar ragu, tapi juga takut dan khawatir. Ia khawatir Fahri sedih dan takut hal buruk terjadi. Entah kenapa, ia memiliki rasa takut itu. Walaupun Fahri baik dan ramah, tapi Nindya merasa ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman saat bersama Fahri. Ia tidak tahu alasannya.
Mungkin karena lama tidak mendapat balasan, Fahri menelepon Nindya. Nindya hanya menatap layar ponselnya, tidak berniat untuk menjawabnya. Dua kali Fahri melakukan panggilan hingga sebuah pesan masuk.
Tolong angkat teleponnya. Saya ingin bicara sama kamu.
Pada dering kedua, Nindya mengangkat panggilan Fahri. Ia sudah memikirkan alasan tidak mengangkat panggilan.
“Maaf, Pak Dokter, tadi saya di dapur dan ponselnya ada di kamar,” jawab Nindya.
“Tidak apa-apa, Dek. Oh, dan jangan panggil pak dokter. Kan kita sudah sepakat dengan nama panggilan,” tuntut Fahri.
“Tapi saya lebih nyaman memanggil pak dokter,” balas Nindya.
Terdengar helaan napas kasar di seberang sana dan hal itu membuat Nindya merasa tidak nyaman.
“Oh ya, ada keperluan apa Pak Dokter menelepon saya?” tanya Nindya tanpa basa basi.
“Ehm, saya ingin bertemu sama kamu.” Fahri pun tidak berbasa-basi. Bukan lagi saatnya berbasa basi busuk. Karena terlalu berbasa-basi, Fahri merasa jika ia sudah sangat tertinggal jauh. Namun, tidak ada kata terlambat dalam kamus hidup Fahri. Selama ia bisa mengusahakannya, maka ia tidak akan pernah mundur. Kali ini, ia harus nekad untuk terus maju. Masih ada waktu beberapa minggu lagi sebelum semuanya terlambat. Bahkan jika hari itu tiba, masih ada waktu baginya untuk tetap memiliki perempuan pujaannya.
Fahri kembali mengingat masa lalunya saat sang ayah direbut darinya dan ibunya. Saat itu ia tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankan miliknya, tapi sekarang ia memiliki kekuatan itu. Ia akan mempertahankan apa yang ia yakini sebagai miliknya.
“Ada keperluan apa Pak Dokter i…
Kepak Asa
71. Penculikkan?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments