Lingga duduk di hadapan Nindya. “Bagaimana dengan pekerjaan kamu di sekolah? Kamu mengajar di SMP kan?” tanya Lingga.
“Iya,” jawab Nindya singkat.
“Senang mengajar di sana?”
“Senang.”
“Mengajar apa?”
“Bahasa Indonesia.”
“Dulu kuliah di mana?”
“UPI.”
Semua pertanyaan dari Lingga dijawab Nindya dengan singkat dan jelas tanpa tambahan.
“Jawabnya singkat sekali,” protes Lingga karena merasa sulit untuk berbincang santai dengan Nindya.
“Memangnya harus dijawab panjang dan bertele-tele. Saya kan menjawabnya sesuai dengan pertanyaan Pak Lurah.
Dalam hati, Lingga menyetujui jawaban Nindya karena pertanyaannya cukup dijawab singkat saja.
“Kenapa kamu ingin memberikan pelatihan-pelatihan seperti ini?” tanya Lingga yang berharap jawaban Nindya akan lebih panjang.
“Saya dan teman-teman ingin memajukan desa ini dari sumber daya manusianya. Kan sudah saya jelaskan juga tadi saat presentasi,” jawab Nindya yang dalam pandangan Lingga masih terlalu singkat.
“Kenapa wajahnya masam begitu? Tidak suka dengan jawaban saya?” tanya Nindya sengit karena melihat waut wajah Lingga yang terlihat tidak terkesan dengan jawaban yang diberikannya.
“Kenapa kamu menganggap saya tidak suka dengan jawaban kamu?” tanya Lingga heran.
“Itu wajahnya masam begitu. Tidak ada senang-senangnya mengetahui ada sekumpulan orang yang mau memajukan desa ini.”
“Jangan berburuk sangka seperti itu pada saya. Mana ada pemimpin yang tidak senang jika warganya memiliki keinginan untuk memajukan desanya sendiri. Kamu ini hobi sekali berburuk sangka pada saya. Kenapa?”
“Kenapa apanya?” tanya Nindya tidak paham dengan pertanyaan Lingga.
“Kenapa kamu selalu berprasangka buruk pada saya? Kamu tidak suka sama saya?”
“Jawaban yang tepat sekali. Aku memang gak suka sama kamu. Sangat tidak suka,” jawab Nindya dalam hati.
“Kamu tidak menjawab. Berarti kamu memang tidak suka sama saya. Kenapa?”
Nindya menarik nafas perlahan sebelum menjawab. Ia mengatur nada suaranya agar tidak terdengar mengatakan sesuatu yang tidak sesuai kata…
Kepak Asa
28. Idola
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments