“Assalamualaikum.” Nindya mengucapkan salam di depan pintu. Tidak mendengar jawaban atas salamnya, Nindya mengetuk pintu dengan sedikit keras.
“Waalaikumsalam. Silahkan masuk,” terdengar jawaban dari dalam ruangan.
Nindya membuka pintu dan masuk dengan langkah tegap.
“Silahkan duduk!”
Nindya duduk di kursi yang ditunjuk oleh Lingga tanpa kata-kata.
“Ada perlu apa ingin bertemu dengan saya?” tanya Lingga.
Nindya tidak menyukai nada suara Lingga, tapi ia tahan emosinya.
“Saya mau meminta izin terkait dengan kegiatan yang akan saya dan teman-teman rintis di desa ini.
“Kegiatan apa?” tanya Lingga.
“Pelatihan,” jawab Nindya pendek.
“Pelatihan apa? Coba kamu jelaskan dengan terperinci.”
“Silahkan Pak Lurah baca proposal yang saya bawa.” Nindya menyerahkan proposal yang dibawanya.
Lingga tidak menerima proposal yang diserahkan Nindya sehingga dengan terpaksa dan kesal, Nindya menyimpannya di atas meja di hadapan Lingga.
“Saya tidak ada waktu untuk membaca proposal kamu. Saya minta pada kamu untuk menerangkannya langsung sehingga kalau ada pertanyaan saya bisa langsung menyampaikannya.”
Nindya menarik nafas dan mengeluarkannya dengan perlahan. Ditahan emosi yang sedari tadi sudah bergumul di dalam dadanya.
“Silahkan kamu jelaskan!” perintah Lingga tidak sabar.
“Sebentar Pak Lurah. Saya meredakan emosi saya terlebih dahulu,” jawab Nindya masih dengan nada suara yang belum meninggi.
“Kenapa kamu harus meredakan emosi kamu terlebih dahulu? Apa kamu marah sama saya?” tanya Lingga.
“Bukan marah tapi kesal,” jawab Nindya yang menaikkan nada suaranya beberapa oktaf.
“Lho, kesal kenapa? Apa salah saya sama kamu?” tanya Lingga heran.
“Tidak ada salah apapun. Saya hanya kesal saja sama diri saya sendiri,” jawab Nindya sekenanya.
“Kenapa kamu kesal sama diri kamu sendiri?” tanya Lingga semakin membuat Nindya kesal.
“Baiklah. Pak Lurah mau mendengarkan penjelasan saya tentang isi proposal atau ingin mengetahui kenapa saya kesal?”
Nindya sudah tidak nyaman berada di dekat Lingga. Yang…
Kepak Asa
23. Kesal
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments