“Abah juga suka kok turun langsung. Pak Lurah saja yang belum pernah lihat abah saya turun ke kebun untuk mencangkul,” sergah Nindya. Sepertinya kekesalannya terhadap Lingga sudah tidak mampu ia tahan sehingga tanpa sadar membalas pernyataan Lingga dengan nada tinggi.
“Sudah mulai kelihatan aslinya, Ma.” Lingga terkikik. Akhirnya, sifat asli Nindya keluar juga setelah tertutupi dengan sikap malu-malunya tadi.
“Kamu bekerja?” tanya ayah Lingga tiba-tiba.
“Eh, i-iya, Om. Saya mengajar di SMP. Mengajar Bahasa Indonesia,” jawab Nindya.
Tampak ayah Lingga mengangguk-angguk.
“Selain mengajar di sekolah, Inda juga aktif mengajar di masyarakat. Bersama teman-temannya, dia bikin rumah belajar untuk para istri yang tidak sempat mengenyam pendidikan di bangku sekolah dan juga anak-anak yang putus sekolah,” ungkap Lingga.
“Wow, bagus itu. Kamu benar-benar mempratekkan apa yang kamu dapat di bangku kuliah.”
“Alhamdulillah,” ucap Nindya lirih. Ia sedikit malu karena Lingga membeberkan aktivitasnya dan mendapatkan pujian dari ayah Lingga. Ia tidak terlalu suka jika apa yang dilakukannya terekspos dan dibicarakan orang lain. Ia khawatir banjirnya pujian dari orang lain akan berakibat pada ketulusannya dalam beramal.
“Kalau begitu, diskusikan dengan abah dan ambu kamu tentang masalah waktu untuk kami berkunjung ke rumah kamu,” ujar ayah Lingga tiba-tiba.
“Eh? Maaf, Om. Maksudnya bagaimana?”
“Kami akan mengunjungi kedua orang tua kamu untuk membicarakan masalah hubungan kalian.”
“Ta-tapi, saya dan Pak Lurah tidak…”
“Siap, Pah. Nanti Ingga yang bicara dulu sama abah dan ambunya Inda. Dalam waktu dekat, Papa dan Mama bisa sekalian juga lihat kerja Ingga di sana.”
“Eh, tapi kita kan tidak…” Nindya berusaha untuk meluruskan kesalahpahaman ayah dan ibu Lingga atas hubungan mereka.
“Mah, bikin pudding kesukaan Ingga, kan?” Lingga mengalihkan pembicaraan.
“Ah iya, hampir saja Mama lupa sama pudding kesukaan kamu.” Kemudian ibu Lingga menyuruh salah satu asisten rumah tangga untuk menyiapkan…
Kepak Asa
53. Wacana Pertemuan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments