Nindya merasakan letih teramat sangat setelah beraktivitas dengan rutinitasnya sejak pagi tadi. Sudah satu tahun Nindya kembali dari kota tempatnya menuntut ilmu dan selama itu pula ia berusaha dan berjuang memajukan kaum perempuan yang ada di desanya. Sebagian besar perempuan di desanya hanya tamatan SD atau bahkan tidak pernah sama sekali mengenyam bangku sekolah sehingga tidak sedikit dari mereka yang buta huruf. Sebagian dari mereka, setelah lulus SD, langsung dinikahkan. Hanya ada beberapa saja yang mendapatkan kesempatan untuk bersekolah hingga SMA.
Bagi Nindya, pendidikan yang tinggi sangat penting dimiliki oleh seorang perempuan agar tidak mudah diperdaya dan ditindas oleh para lelaki di sekitar mereka. Oleh karena itu, Nindya berusaha untuk memberikan keterampilan dasar pada mereka yang hanya lulusan SD atau yang tidak pernah bersekolah agar mereka mampu bertahan ketika mereka ditinggalkan suami.
Desa tempat Nindya tinggal adalah desa penghasil berbagai macam bunga berkualitas tinggi. Hasil dari perkebunan bunga dikirimkan ke kota-kota besar di sekitar desa tersebut. Banyak dari perempuan di desa tersebut bekerja sebagai buruh perkebunan dengan upah yang sangat kecil.
Untuk melepas lelah, Nindya beristirahat di balkon rumah sambil menikmati cuaca hangat dan semilir angin yang membelai wajah. Tangannya mengelus-ngelus bulu lembut kucing kesayangan yang berbaring santai di pangkuannya. Ia hampir saja tertidur ketika sebuah ketukan terdengar.
“Teh, ada tamu yang ingin menemui Teteh.” Salah seorang asisten rumah tangga memberitahu bahwa ada tamu yang datang berkunjung untuk menemuinya.
Nindya beranjak dari kursi lalu meraih jilbab instan yang tergantung di dinding kamarnya. Setelah mematut diri di cermin dan merasa kalau penampilannya sudah cukup rapi, Nindya kemudian turun menuju ruang tamu dengan malas. Di ruang tamu, Nindya tidak melihat siapapun, kemudian ia keluar dan melihat seorang pria sedang berbincang dengan ayahnya di bawah pohon mangga.
“Neng, sini!…
Kepak Asa
8. Berkenalan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments