“Nda, wajah kamu pucat sekali.” Dian khawatir melihat Nindya yang sepertinya menahan sakit. “Kita ke dokter, yuk!” ajak Dian.
“Inda baik-baik saja, Teh. Cuma agak sakit kepala, tapi masih bisa ke kelas, kok,” kata Nindya menguatkan diri untuk berjalan.
“Kamu tidak baik-baik saja Nindya!” kata Dian tegas.
Nindya kembali duduk karena merasa pandangannya berputar, dan perutnya melilit.
“Tuh kan, kamu sakit Nda. Kita ke dokter sekarang!” Dian tidak ingin dibantah.
“Tidak perlu, Teh. Cukup istirahat sebentar sama minum teh manis saja sepertinya cukup.”
“Jangan berisik Nindya! Teteh izin dulu ke kepala sekolah. Kita ke Puskesmas sekarang.
Setelah Dian kembali dan mendapatkan izin dari kepala sekolah, ia langsung menuntun Nindya dan membantunya untuk naik ke motor yang akan dikendarai oleh Endah.
“Ndah, hati-hati bawa motornya,” kata Dian mengingatkan.
“Siap, Teh.”
“Nanti yang masuk ke kelasnya Inda siapa?”
“Teteh yang akan menggantikan. Kamu jangan khawatir.”
Nindya mengangguk. Ia menahan kepalanya yang pusing.
Jarak dari sekolah ke Puskesmas cukup jauh. Setelah melakukan perjalanan selama 15 menit mereka sampai di Puskesmas.
“Nindya!” panggil seseorang.
“Pak Dokter.” Endah yang menjawab.
“Nindya, wajah kamu pucat sekali.”
“Iya, Dokter. Tolong periksa Inda.”
“Kamu daftar dulu!” perintah Fahri pada Endah. “Nindya, kamu langsung saja masuk ke ruang periksa. Kebetulan kosong.”
“Saya antar Inda ke ruang periksa dulu, baru nanti daftar.” Endah menuntun Nindya yang terlihat lemas.
Setelah mengantar Nindya ke ruang periksa ada perawat yang menuntunnya untuk tidur di bangkar dan memeriksa tekanan darah. Setelah perawat selesai mengukur tekanan darah, Fahri mulai memeriksa dengan stetoskopnya.
Endah masuk ke ruang periksa seteleh selesai dengan administrasi pendaftaran.
“Tekanan darah kamu sangat rendah. Saya khawatir kamu terkena tifus, tapi ini masih perkiraan saja. Kamu harus diperiksa ke lab. Saya beri rujukan untuk periksa ke lab di kota.”
“Tifus, Dok?” tanya Endah khawatir.…
Kepak Asa
32. Sakit
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 74 Episodes
Comments