Hening malam kembali menguasai ruangan kerja setelah kotak bekal plastik itu kosong tak bersisa. Nadia meletakkan sendoknya, lalu menyandarkan tubuh ke sofa dengan helaan napas lega. Ada kepuasan sederhana yang terpancar dari wajahnya, sesuatu yang bahkan tidak bisa ia dapatkan dari jamuan makan malam bisnis paling mewah sekalipun.
"Terima kasih ya, Andra. Masakanmu benar-benar menyelamatkan saya malam ini," ucap Nadia, suaranya melembut, kehilangan seluruh aksen formal yang biasa ia gunakan di luar ruangan ini.
Andra yang sejak tadi duduk kaku di ujung sofa segera mengangguk sopan. Ia buru-buru membereskan kotak bekal tersebut, memasukkannya kembali ke dalam kantong plastik hitam agar meja kaca itu kembali bersih. "Sama-sama, Bu Nadia. Saya justru senang kalau Ibu menyukainya. Saya sempat takut kalau rasanya terlalu sederhana untuk lidah Ibu."
Nadia terkekeh kecil, sebuah tawa renyah yang terdengar sangat lepas. "Sederhana itu yang mahal, Andra. Di kota ini, mencari makanan mahal itu mudah, tapi mencari makanan yang dimasak dengan ketulusan seperti ini... itu yang sulit."
Nadia memajukan tubuhnya, menumpukan kedua sikunya di atas lutut sambil menatap hamparan lampu kota Jakarta di balik dinding kaca yang besar. Hujan di luar telah mereda, menyisakan kerlap-kerlip lampu jalanan yang memantul di atas aspal basah Sudirman. Pemandangan dari lantai 17 ini selalu terlihat megah, namun malam ini, kemegahan itu terasa tidak lagi seangkuh biasanya bagi Nadia. Kehadiran pemuda desa di sampingnya entah bagaimana memberikan jangkar kedamaian yang baru.
"Andra," panggil Nadia tanpa menoleh, pandangannya masih tertuju pada bentang kota di luar.
"Nggih, Bu?"
"Jangan panggil saya 'Bu Nadia' jika kita sedang berdua saja seperti ini. Panggil saja Mbak Nadia," ujar wanita itu pelan.
Andra tersentak kecil di tempat duduknya. Jantungnya melewatkan satu ketukan. "Tapi... itu kurang sopan, Bu. Di kantor, Ibu adalah pimpinan saya. Mas Joko juga berpesan agar saya selalu menjaga tata krama…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 8: Batas yang Mengabur
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments