Pagi berikutnya datang dengan langit Jakarta yang cerah namun terasa gersang bagi Andra. Sejak pukul tujuh lewat lima belas menit, ia sudah duduk di balik meja administrasi lantai 17. Monitor komputer di hadapannya menampilkan barisan jadwal kegiatan yang padat untuk satu minggu ke depan, namun pikiran Andra tidak sepenuhnya berada di sana. Kejadian kemarin sore, pertemuan dengan Gunawan di lift lantai 15, serta pertengkaran hebat yang ia dengar dari balik pintu kaca, terus berputar seperti rekaman usang di kepalanya.
Andra menatap telapak tangannya sendiri yang bertumpu di atas meja kayu. Ia ingat bagaimana ia sengaja menggunakan kalimat formal yang kaku untuk menolak secara halus tatapan rapuh Nadia kemarin. Ia tahu tindakan itu melukai perasaan bos wanitanya, namun itu adalah satu-satunya benteng yang bisa ia bangun untuk menyelamatkan mereka berdua dari kesalahan yang lebih besar.
Denting lift berbunyi tepat pukul delapan. Andra langsung membetulkan posisi duduknya, menegakkan punggung, dan memasang ekspresi wajah sedatar mungkin.
Nadia melangkah keluar dari lift. Pagi ini ia mengenakan setelah blazer berwarna hitam pekat dengan potongan bahu yang tegas, dipadukan dengan kemeja sutra berwarna senada di dalamnya. Penampilannya sangat tertutup, misterius, dan dingin. Sanggul rambutnya terikat sangat kencang, tidak menyisakan ruang untuk kelemahan sedikit pun. Jejak air mata atau kerapuhan yang Andra saksikan kemarin sore telah menguap tanpa bekas, digantikan oleh topeng pimpinan perusahaan yang angkuh dan tidak tersentuh.
Selamat pagi, Bu Nadia, sapa Andra sambil berdiri dan mengangguk sopan, menjaga agar nada suaranya tetap berada di frekuensi profesional yang konvensional.
Nadia menghentikan langkahnya tepat di samping meja Andra. Ia tidak menoleh secara penuh, hanya melirik sekilas melalui sudut matanya yang tajam. Tatapannya begitu dingin, sedingin es yang membeku di puncak gunung.
Selamat pagi, Andra. Tolong siapkan ruang rapat kecil untuk jam sepuluh nanti.…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 14: Jarak yang Sengaja Diciptakan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments