Griya tawang milik Alya Pramesti di kawasan SCBD malam itu tampak seperti oasis yang tenang di atas gemerlapnya Jakarta. Dinding kaca setinggi langit-langit menampilkan pemandangan distrik bisnis yang berkilau. Suara gemercik air mancur mini di ruang tengah berpadu dengan alunan musik jaz instrumental ber-volume rendah, menciptakan atmosfer yang sangat privat dan mahal.
Alya berdiri di dekat bar minimalis, mengenakan jubah tidur sutra panjang berwarna putih gading yang tipis, memperlihatkan siluet lekuk tubuh matangnya yang padat di bawah pencahayaan lampu yang hangat. Di tangannya, sebotol cairan antiseptik dan sekotak kasa pembalut sudah siap.
Pintu lift pribadi di sudut ruangan berdenting pelan, lalu terbuka. Andra melangkah keluar dengan tubuh yang tampak begitu berantakan. Kemeja biru tuanya robek di bagian lengan, menyisakan kain yang basah oleh darah yang mulai mengering. Wajah jantannya dihiasi beberapa memar kebiruan dengan sudut bibir yang pecah. Di belakangnya, Sekar menyusul dengan langkah yang sangat tenang, meskipun daster rumahan dan wajahnya masih menyisakan sisa ketegangan dari pelabuhan.
Alya tersentak kecil melihat kondisi Andra. Ego dan ketenangannya sebagai CEO seketika runtuh, digantikan oleh kepanikan seorang wanita yang melihat lelakinya terluka. Ia buru-buru meletakkan peralatan medis dan menghampiri mereka.
"Andra! Apa yang terjadi?" tanya Alya, suaranya yang biasanya berwibawa kini bergetar penuh kekhawatiran. Jemari tangannya yang halus langsung meraba lengan Andra yang terluka, tidak memedulikan noda darah yang mulai mengotori jubah sutra mahalnya.
"Baskara menculik Sekar, Alya. Mereka mencoba mematahkan tanganku di Tanjung Priok," jawab Andra dengan suara parau yang dingin, menahan rasa perih yang menjalar di sekujur tubuhnya.
Alya menoleh ke arah Sekar yang berdiri membisu di dekat lift. Sebagai sesama wanita yang peka, Alya bisa melihat ada sesuatu yang telah mati di dalam sepasang mata jernih adik Andra itu. Tidak ada tangisan ketaku…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
BAB 74 – RETAKAN DI BALIK BALUTAN LUKA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments