Langkah kaki Andra Bayu menggema di koridor lantai dua puluh dua Menara Kasa. Sebagai Account Executive yang bertanggung jawab atas akun kosmetik terbesar, kedatangannya ke sini seharusnya menjadi rutinitas koordinasi strategis. Namun, realitasnya jauh lebih kelam. Panggilan Diana tadi pagi bukan sekadar urusan verifikasi dokumen, melainkan sebuah instruksi untuk segera merapat ke dalam sarang sang Direktur Hukum. Setiap langkahnya terasa berat, dibayangi oleh ketakutan bahwa rencana pemberontakan bersama Nadia telah tercium oleh pihak yang berkuasa.
Di depan pintu kayu jati ganda, Andra berhenti sejenak. Setelah menarik napas panjang untuk menetralkan detak jantungnya yang masih tidak beraturan, ia mendorong pintu itu tanpa ketukan, sesuai dengan standar prosedur kepatuhan yang Diana tetapkan untuknya.
Ruangan itu sunyi dan temaram. Diana duduk dengan postur sempurna di balik meja mahoni besarnya, menatap layar monitor dengan tatapan yang sulit diartikan. Begitu melihat Andra masuk, ia tidak langsung bicara. Ia membiarkan keheningan menggantung di udara, sebuah teknik intimidasi klasik yang selalu berhasil membuat Andra merasa kecil dan tidak berdaya.
"Duduk, Andra," ucap Diana akhirnya, suaranya dingin dan datar.
Andra menarik kursi di hadapan meja tersebut. Ia berusaha menjaga ekspresi wajahnya tetap netral, menahan guncangan batin terkait aliansi bisnis rahasia antara Gunawan dan tunangan Diana yang baru saja disadarinya.
"Saya sudah membawa berkas aslinya untuk verifikasi, Bu Diana. Ada ketidaksesuaian data yang fatal pada dokumen anggaran tersebut?" tanya Andra, mencoba mengarahkan pembicaraan ke ranah profesional sebagai upaya pertahanan diri.
Diana berdiri dari kursinya. Suara sepatu hak tingginya menekan permukaan lantai marmer dengan irama yang menuntut perhatian. Ia memutari meja, berhenti tepat di samping Andra, dan menunduk untuk menatap mata pria itu. Aroma lavender dan kesturi yang pekat dari tubuhnya kembali menyergap, memicu sensasi tercekik di dada…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
BAB 45: Pertemuan yang telah diatur
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments