Mobil sedan hitam yang membawa Diana telah hilang sepenuhnya dari pandangan, menyatu dengan deru dan polusi jalanan Jakarta yang kejam. Namun, atmosfer mencekam yang ditinggalkannya masih tertinggal jelas di dalam dada Andra. Pria itu melangkah kembali ke dalam gedung apartemen dengan rahang yang mengeras. Langkah kakinya terasa begitu berat saat menaiki tangga menuju lantai kamarnya.
Begitu pintu apartemen ditutup, keheningan yang asing menyambutnya. Ruang tengah sudah bersih. Gelas air hangat yang semalam disiapkan Sekar untuk Diana telah dicuci dan ditata rapi di rak piring. Andra berjalan perlahan menuju kamar adiknya, lalu mengetuk pintunya dengan sangat pelan.
"Kar... Mas masuk ya?"
Tidak ada jawaban dari dalam. Andra mendorong pintu yang tidak dikunci itu perlahan. Di dalam ruangan yang remang-remang karena gordennya ditutup rapat, Sekar sedang duduk di meja belajarnya. Di hadapannya, laptop baru pemberian Nadia menyala, menampilkan jurnal-jurnal perkuliahan. Gadis itu tidak menoleh sedikit pun, jemarinya terus bergerak mengetik di atas papan ketik dengan ritme yang konstan.
"Mas tahu kamu takut," Andra melangkah masuk, berdiri di belakang kursi adiknya. "Tapi Mas bersumpah, Baskara tidak akan pernah bisa menyentuhmu. Mas sudah memastikan Diana kembali, dan itu cukup untuk membuat bajingan itu tetap di tempatnya."
Sekar menghentikan gerakan jemarinya. Ia menarik napas panjang, lalu memutar kursinya untuk menghadap sang kakak. Wajahnya tidak lagi memperlihatkan air mata atau ketakutan yang histeris seperti beberapa jam lalu. Yang ada hanyalah sebuah ekspresi datar, dingin, dan kedewasaan prematur yang dipaksakan oleh keadaan.
"Aku tidak takut lagi, Mas," ucap Sekar, suaranya terdengar sangat tenang, bahkan terlalu tenang untuk ukuran gadis seusianya. "Aku hanya sadar satu hal. Di Jakarta, kalau kita tidak punya kuasa atau uang, kita hanya akan jadi mainan orang-orang seperti suaminya Mbak Diana itu."
Andra tertegun mendengar untaian kata yang keluar dari mulut…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
BAB 63 – PERUBAHAN DI BALIK DINDING KAMAR
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments