Plakat kaca di depan pintu ruangan baru itu kini telah diganti, menampilkan nama barunya yang lebih bersih: Andra Bayu – Account Executive. Namun, ketenangan di dalam ruangan privat itu buyar seketika setelah pesan ancaman dari Gunawan masuk ke telepon genggam jadul milik Andra.
Andra berdiri dari kursi kerjanya, berjalan mondar-mandir di dalam ruangan yang mendadak terasa sempit akibat tekanan mental yang datang bertubi-tubi. Ia menatap layar HP monokromnya sekali lagi. Ancaman Gunawan bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. Pria itu memiliki saham besar di Apex Media dan jaringan kekuasaan yang bisa dengan mudah mendepak orang kecil seperti dirinya dari ibu kota, bahkan mungkin bisa mencelakai keluarganya di desa.
Andra menarik napas panjang, berusaha menenangkan gemuruh di dadanya. Sebagai anak desa yang dididik untuk selalu tegar menghadapi badai, ia menolak untuk terlihat gentar. Ia memasukkan kembali HP jadulnya ke dalam saku celana, lalu mengambil map tebal proyek kosmetik yang tadi dibawa oleh Citra. Jika ia ingin bertahan di sini dan melindungi Nadia, ia harus membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pajangan, melainkan pria yang memiliki kapabilitas nyata.
Baru saja Andra hendak membuka lembar pertama analisis pasar, pintu ruangannya kembali diketuk. Kali ini, pintu langsung terbuka tanpa menunggu izinnya.
Nadia melangkah masuk dengan gerakan yang sangat anggun namun sigap. Ia segera menutup pintu kayu itu rapat-rapat, lalu menurunkan tirai gulung yang membatasi pandangan dari koridor luar, membuat ruangan itu menjadi sangat privat dan terisolasi dari dunia luar kantor.
Nadia menatap Andra dengan tatapan mata yang dipenuhi kecemasan. "Andra, kamu baik-baik saja? Tadi Citra bilang dia sudah menyerahkan berkas proyek SCBD kepadamu. Apa ada kendala?"
Andra menatap bos wanitanya—wanita yang beberapa malam lalu menyerahkan seluruh kerapuhannya dalam pelukannya. Rasa iba dan keinginan untuk melindungi kembali mendominasi hati Andra. Ia memilih untuk menyembunyika…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 28: Tegangan yang Mulai Memanas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments