Pagi hari berikutnya bergulir dengan sisa-sisa kehangatan yang kontras di dalam kamar utama apartemen Kebayoran Baru. Sinar matahari fajar menerobos masuk lewat celah gorden sutra yang tersingkap, menerangi helai-helai rambut hitam Nadia yang tersebar di atas bantal putih. Di sampingnya, Andra Bayu sudah terbangun sejak satu jam lalu. Pria muda itu duduk di tepi ranjang dengan bertelanjang dada, menampilkan punggung tegapnya yang dipenuhi guratan otot kokoh, hasil dari kedewasaan fisik dan beban hidup yang dipikulnya selama satu tahun ini.
Hatinya yang tulus terasa kian berat. Di atas ranjang ini, ia baru saja menenangkan badai cemburu Nadia dengan keintiman fisik yang begitu berani dan menguras emosi. Namun, di dalam kepalanya, memori tentang sentuhan agresif Diana di atas meja jati lantai 22 semalam masih enggan enyah. Andra menarik napas dalam-dalam, merasakan sesak yang perlahan mengakar di dadanya. Ia terjebak dalam labirin gairah dua wanita berkuasa, dan ia tahu, dinding-dinding labirin ini sewaktu-waktu bisa runtuh menghimpitnya.
Nadia bergerak perlahan, melenguh lembut sebelum membuka matanya yang masih sedikit sembab. Gaun tidur sutra merah marunnya tampak berantakan, mengekspos kulit putihnya yang kini dihiasi tanda kepemilikan baru yang ditinggalkan Andra semalam. Ia memajukan tubuhnya, memeluk punggung kekar Andra dari belakang, menyandarkan pipinya di bahu bidang sang asisten pribadi.
(Jangan melamun, Andra...) bisik Nadia, suaranya parau khas orang baru bangun tidur, terdengar teramat manja dan posesif. (Kamu sudah berjanji semalam. Bau wanita itu sudah hilang dari tubuhmu. Kamu murni milikku sekarang.)
Andra membalikkan badannya sedikit, mengusap kepala Nadia dengan ketulusan yang tersisa. (Nggih, Nadia. Saya tidak lupa janji saya. Sekarang, segeralah bersiap. Kita harus tiba di kantor sebelum jam sembilan karena hari ini ada rapat internal mengenai evaluasi kuartal pertama.)
Mendengar kata "kantor", Nadia seolah diingatkan kembali pada realitas kor…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 39: Kilatan Dendam dari Bali
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments