Suasana di dalam ruang rapat utama terasa sebeku bongkahan es di dasar laut. Ruangan raksasa yang didominasi oleh meja bundar dari kayu mahoni itu menjadi saksi bisu dari pertemuan dua kekuatan besar yang siap menelan siapa saja yang menghalangi jalan mereka. Udara pendingin ruangan berembus pelan, namun keringat dingin tetap membasahi telapak tangan beberapa orang yang hadir di sana.
Di kursi paling ujung, Gunawan duduk dengan postur sangat bersandar, menyilangkan kakinya dengan angkuh. Wajah keriput taipan properti itu memancarkan aura kemenangan yang menjijikkan. Di seberangnya, di sudut yang lebih redup, Nadia duduk mematung dengan wajah sepucat pualam. Wanita itu terus menunduk, meremas tangannya sendiri di bawah meja, dihantui oleh ketakutan yang mencekik nadinya.
Namun, pusat gravitasi di ruangan itu bukanlah Gunawan, melainkan seorang pria muda yang duduk di kursi kehormatan tamu VIP. Pria itu adalah Baskara. Tunangan Diana. Pewaris kerajaan bisnis yang reputasi kekejamannya sudah menjadi legenda di kalangan elit ibu kota. Baskara mengenakan setelan jas hitam legam tanpa dasi. Wajahnya tampan, dengan rahang tegas dan tatapan mata setajam pisau bedah. Ia tidak banyak bicara, namun kehadirannya saja sudah cukup untuk menyedot habis oksigen di ruangan tersebut.
Tepat di sebelah Baskara, duduklah sang Direktur Hukum Menara Kasa. Diana yang biasanya memancarkan aura tiran dan dominasi absolut, hari ini terlihat tidak lebih dari sekadar boneka yang kehilangan jiwanya. Pandangan Diana kosong menatap permukaan meja. Ia telah menyerah. Ia tahu bahwa hari ini adalah akhir dari segalanya, dan ia sedang menghitung mundur menuju kehancuran yang akan menimpa dirinya dan pria yang diam-diam ia lindungi.
Di dekat layar proyektor raksasa di ujung ruangan, Valerin berdiri dengan senyum elegan yang menyembunyikan taring berbisanya. Gaun merah marun yang ia kenakan memancarkan pesona dominan. Di sela-sela jarinya yang lentik, ia memainkan sebuah flashdisk perak kecil, senjata…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
BAB 51: Misi Bunuh Diri
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments