Jarum jam dinding digital di area lobi utama menara SCBD tepat menunjukkan pukul empat sore ketika Andra Bayu melangkah masuk menembus pintu kaca putar yang kokoh. Udara dingin dari sistem pendingin ruangan terpusat langsung menyergap kulitnya, membawa aroma khas gedung pencakar langit korporat—perpaduan antara wewangian aromaterapi mewah, pembersih lantai premium, dan aroma biji kopi arabika yang pekat dari kafe bergaya modern industrial di sudut lobi.
Andra menghentikan langkahnya sejenak di atas lantai marmer hitam yang mengilat bagai cermin. Ia merapikan letak lengan kemeja katun premium berwarna abu-abu gelap yang melekat pas di tubuh bidangnya. Kemeja pilihan Nadia itu tidak hanya mengubah penampilannya secara fisik, tetapi entah mengapa, juga memberikan sekat pelindung baru bagi harga dirinya yang sempat hancur lebur di pelataran Hotel Mulia beberapa hari lalu. Rambut hitamnya yang biasa berantakan setelah diterpa angin jalanan di atas motor bebek, kini tertata rapi berkat sedikit pulasan gel rambut. Guratan wajah sawo matangnya yang tegas, hidungnya yang lurus, serta sorot matanya yang teduh namun tajam, membuat pembawaan maskulin Andra tampak sangat kontras sekaligus menonjol di antara kerumunan eksekutif muda perkotaan yang lalu-lalang di sekitarnya. Pria-pria kota itu tampak necis karena setelan bermerek mahal, namun Andra memiliki daya pikat yang berbeda—sebuah pesona murni, jantan, dan bersahaja yang tidak bisa dibeli dengan uang sekuritas saham.
Ia mengedarkan pandangannya ke penjuru area kafe yang dipenuhi oleh kursi-kursi kulit berwarna cokelat tua dan meja marmer putih. Di sudut paling belakang, tepat di samping jendela kaca raksasa setinggi langit-langit yang menghadap langsung ke arah hiruk-pikuk jalur cepat Jalan Jenderal Sudirman, seorang wanita tampak duduk dengan posisi kaki yang menyilang anggun.
Andra, di sini.
Sebuah suara jernih, tenang, namun memiliki tekanan wibawa yang kuat memanggil namanya.
Diana duduk di sana, memegang sebuah cangki…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 29: Pertemuan di Menara
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments