Waktu terus berdetak tanpa belas kasihan. Tersisa kurang dari satu jam sebelum Rapat Besar Dewan Komisaris dimulai. Andra berlari menyusuri koridor lantai dua puluh Menara Kasa dengan napas yang memburu. Dasi yang ia kenakan sudah ditariknya longgar. Keringat dingin membasahi pelipisnya.
Ia mendorong pintu ruang kerja Valerin tanpa mengetuk terlebih dahulu.
Ruangan itu kosong, namun pintu menuju ruang istirahat VIP pribadi milik sang Direktur Keuangan sedikit terbuka. Andra melangkah masuk ke dalam ruangan kedap suara tersebut. Cahaya di dalam sana remang-remang, dihiasi lampu gantung kristal yang memancarkan pendaran keemasan.
Valerin sedang berdiri di depan cermin besar, mengenakan gaun sutra berwarna merah marun yang sangat ketat dan membelah tinggi di bagian paha. Ia sedang memoles lipstik di bibirnya dengan sangat santai, seolah tidak ada badai mematikan yang sedang mengintai nyawa mereka.
"Kamu tidak diajari sopan santun untuk mengetuk pintu, Andra?" tegur Valerin pelan. Namun dari pantulan cermin, wanita itu tersenyum lebar melihat kedatangan Andra yang tampak begitu kacau.
"Tolong hentikan kegilaan ini, Valerin," ucap Andra dengan suara bergetar, melangkah mendekati wanita itu. "Jangan gunakan flashdisk itu di rapat nanti. Hancurkan datanya sekarang juga."
Valerin memutar tubuhnya. Ia meletakkan lipstiknya di atas meja rias, lalu melipat kedua tangannya di depan dada. "Dan membiarkan Gunawan serta Diana menang? Jangan konyol. Hari ini adalah hari penobatanku."
"Kamu tidak mengerti!" nada suara Andra meninggi, keputusasaannya tak bisa lagi dibendung. "Tunangan Diana sudah ada di Jakarta. Dia akan hadir di rapat itu. Jika kamu membocorkan datanya dan membatalkan mega proyek itu, dia akan melacak kebocorannya. Pria itu adalah monster! Dia akan membunuh Gunawan, membunuhmu, membunuhku, Nadia, dan Diana! Kita semua akan mati konyol hanya karena ambisimu!"
Valerin terdiam sejenak. Matanya menatap wajah Andra yang memucat. Namun, di luar dugaan Andra, Valerin just…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
BAB 50: Down Payment
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments