Andra Bayu melangkah keluar dari lobi Menara SCBD dengan map tebal berada di dalam dekapannya. Langkah kakinya yang dibungkus sepatu kulit hitam mengilat terasa mantap di atas lantai marmer lobi, namun pikirannya justru terbang jauh ke arah awan mendung yang mulai bergelayut di langit Jakarta. Tanda tangan Diana yang tertulis dengan tinta emas di lembar akhir kontrak tersebut adalah bukti nyata bahwa tugas pertamanya sebagai seorang Account Executive muda telah diselesaikan dengan sangat sukses. Keberhasilan ini seharusnya menjadi momen perayaan bagi karier barunya, namun untaian kata yang diucapkan Diana di dalam kafe tadi justru terasa seperti batu besar yang mengimpit dada bidang Andra.
Pernyataan Diana tentang betapa rapuhnya posisi Nadia di hadapan hukum, serta bagaimana Gunawan memegang kendali atas aliansi saham korporasi yang besar, terus berputar di dalam kepala Andra bagai sebuah peringatan yang nyata. Sebagai seorang pria yang dibesarkan di lingkungan desa yang lugu, Andra menyadari bahwa dunia elite ibu kota ini penuh dengan duri tersembunyi. Di balik kemegahan gedung-gedung kaca ini, ada takdir orang-orang kecil yang bisa dipatahkan dalam sekejap mata oleh mereka yang memegang kekuasaan finansial.
Andra berjalan menuju area parkir luar, menghampiri motor bebek tua milik Mas Joko yang terparkir di antara barisan motor matik karyawan lain. Pemuda itu menarik napas panjang, berusaha mengusir segala kecemasan yang berkecamuk sebelum menghidupkan mesin motornya. Deru mesin motor tua itu terdengar akrab, menjadi satu-satunya pijakan realitas yang mengingatkan Andra akan asal-usulnya di tengah kepungan menara-menara megah SCBD. Ia segera memacu kendaraannya, membelah jalur cepat Jalan Jenderal Sudirman yang sore itu sudah mulai padat merayap oleh lautan kendaraan para pekerja yang bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing.
Tepat pukul lima lewat empat puluh menit sore, Andra kembali menginjakkan kaki di lantai 17 gedung Apex Media. Suasana di dalam kantor su…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 30: Dokumen yang Sah dan Tatapan Curiga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments