Atmosfer di dalam ruang tengah apartemen seketika turun hingga ke titik beku. Andra berdiri kaku di ambang pintu, kantong makanan di tangannya meremas perlahan hingga menimbulkan bunyi keresek yang tajam di keheningan ruangan. Sepasang matanya menatap tajam ke arah ajudan Baskara, lalu beralih pada tumpukan uang di atas meja kopi yang sengaja dipamerkan di depan adiknya.
Urat-urat di leher Andra menegang. Ancaman Baskara lewat telepon beberapa jam lalu ternyata bukan sekadar gertakan di udara. Bajingan itu benar-benar mengirim orangnya untuk menginjak wilayah privat Andra, menggunakan uang sebagai alat teror psikologis untuk menunjukkan bahwa Sekar berada di bawah pengawasannya setiap detik.
“Ambil uangmu, dan keluar dari tempatku sekarang juga,” suara Andra terdengar sangat rendah, bergetar menahan amarah yang siap meledak. Ia melangkah maju, memposisikan tubuh bidangnya di antara sang ajudan dan Sekar, seolah menjadi perisai hidup bagi adiknya.
Pria berbadan tegap itu tidak memperlihatkan ketakutan sedikit pun. Ia justru tersenyum tipis, sebuah senyuman formal yang dingin khas orang-orang yang terbiasa menyelesaikan urusan kotor di balik layar korporasi besar.
“Pak Andra, saya sarankan Anda berpikir dua kali sebelum menolak niat baik Bapak Baskara,” ucap ajudan itu sambil merapikan jas safarinya. “Ini bukan uang suap. Ini hanya bentuk perhatian dari seorang tokoh besar kepada mahasiswi baru di Jakarta agar tidak perlu hidup susah di tempat... seperti ini. Bos saya hanya ingin memastikan bahwa Anda tetap fokus pada bisnis digital Anda, tanpa perlu mencampuri urusan rumah tangga orang lain lagi.”
“Aku bilang keluar!” Andra mencengkeram kerah baju safari pria itu dengan satu tangan, sementara tangan lainnya menunjuk ke arah pintu keluar. Mata Andra memerah, dipenuhi insting maskulin yang defensif.
“Mas Andra, lepaskan,” sebuah suara datar memotong ketegangan itu.
Andra menoleh dengan terkejut. Sekar berdiri dari sofa. Wajah gadis belia itu sama sekali tidak memperlih…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
BAB 64 – PERMAINAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments