Andra melangkah masuk ke dalam apartemennya hampir tengah malam. Suasana sudah sangat sepi, namun lampu di ruang tengah masih menyala remang-remang. Begitu kakinya melewati meja makan kecil, pandangannya langsung tertuju pada sebuah kotak laptop bermerek mahal yang masih tersegel rapi di samping beberapa kantong buah-buahan segar.
Andra mengernyitkan dahi. Ia berjalan mendekat dan memeriksa kotak tersebut. Tidak ada catatan apa pun di sana. Langkah kaki yang ringan kemudian terdengar dari arah kamar sebelah. Sekar keluar sambil memeluk bantal kecilnya, matanya tampak mengantuk namun ia sengaja menunggu kakaknya pulang.
Belum tidur, Kar? Itu barang-barang dari siapa? tanya Andra sambil menunjuk ke arah meja.
Tadi sore ada tamu, Mas. Katanya teman lama Mas Andra, namanya Mbak Nadia, jawab Sekar dengan nada suara yang sengaja dibuat sedatar mungkin. Matanya mengawasi setiap perubahan ekspresi di wajah kakaknya.
Mendengar nama itu, tubuh Andra seketika menegang. Nadia. Nama yang selama setahun ini berusaha ia kubur dalam-dalam di sudut ingatannya, kini mendadak muncul kembali lewat barang-barang mewah di atas meja makan mereka. Rasa bersalah, amarah, dan kenangan masa lalu di Apex Media berputar hebat di dalam kepala Andra.
Dia bilang apa saja ke kamu? Andra mendekati Sekar, memegang kedua pundak adiknya dengan tatapan yang menuntut jawaban.
Tidak banyak, Mas. Dia cuma bilang ingin membantu kuliahku dan menitipkan laptop itu. Dia juga minta agar aku tidak bilang kalau dia yang mengantarkannya, tapi aku rasa Mas Andra berhak tahu, ucap Sekar jujur.
Sekar bisa merasakan betapa kerasnya cengkeraman tangan Andra di pundaknya, mencerminkan gejolak emosi yang luar biasa dari pria itu. Setelah malam sebelumnya melihat Andra bersikap begitu liar dengan Valerin, malam ini Sekar kembali menyaksikan bagaimana nama wanita lain lagi-lagi mampu mengacak-acak ketenangan kakaknya.
Lain kali, kalau dia datang lagi atau mengirim apa pun, jangan pernah diterima, Kar. Kita tidak butuh bela…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
BAB 57 – Permintaan yang Vulgar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments