Dua minggu berlalu sejak makan siang bersama di meja marmer itu menjadi rutinitas rahasia yang konstan. Bagi Andra, setiap hari terasa seperti berjalan di atas seutas tali yang direntangkan di atas jurang. Di satu sisi, ia berhasil mengirimkan separuh upah pertamanya ke desa untuk melunasi bon sembako dan membayar uang pangkal sekolah Sekar—sebuah pencapaian yang membuat ibunya menangis haru di seberang telepon genggam Mas Joko. Namun di sisi lain, kedekatannya dengan Nadia di dalam ruang kerja lantai 17 kian hari kian mengikis ketegasan prinsip yang ia bawa dari kampung.
Aroma parfum melati Nadia kini bukan lagi sesuatu yang asing, melainkan sebuah keharuman yang mulai Andra cari setiap pagi. Senyuman tipis dan tatapan mendalam dari wanita matang itu perlahan-lahan menetap di benak Andra, menemaninya sepanjang perjalanan pulang pergi Palmerah-Sudirman di atas motor bebek Mas Joko.
Sore itu, waktu menunjukkan pukul lima lewat tiga puluh menit. Sebagian besar staf Apex Media sudah mulai berkemas untuk pulang. Hari ini berjalan cukup tenang bagi divisi administrasi proyek, dan Andra berniat untuk pulang lebih cepat agar bisa membantu Mas Joko membetulkan pompa air kontrakan yang sedang rusak.
"Andra, tolong ambilkan berkas cetak kontrak kerja sama dengan vendor percetakan di ruang arsip lantai 15," suara Nadia terdengar dari interkom meja depan, membuyarkan lamunan Andra.
"Baik, Mbak. Segera saya ambilkan," jawab Andra sigap. Ia meletakkan ransel hitamnya yang sudah tersampir di kursi, lalu melangkah menuju lift koridor.
Ruang arsip lantai 15 adalah area yang cukup sunyi dan jarang dilewati jika bukan karena urusan dokumen legalitas lama. Koridornya dilapisi dinding kayu mahoni yang memberikan kesan formal dan dingin. Andra melangkah masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi deretan lemari besi tinggi, mencari map nomor urut vendor dengan teliti menggunakan buku catatannya.
Setelah menemukan berkas yang dimaksud, Andra berjalan kembali menuju lobi lift lantai 15. Ketika ia…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 12: Pertemuan yang Tak Terduga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments