Andra berdiri di dalam lift yang bergerak lambat menuju lantai 17. Bundel berkas kontrak di dalam pelukannya terasa jauh lebih berat dari sebelumnya, seolah-olah kertas-kertas itu telah berubah menjadi lempengan timah yang menekan dadanya. Kalimat peringatan dari Gunawan masih berdengung konstan di pelipisnya, meninggalkan rasa getir yang pekat di tenggorokan.
Tugasmu hanya mengurus kertas-kertas di atas meja. Jangan pernah mencampuri urusan di luar dokumen kantor.
Kata-kata itu bukan sekadar instruksi kerja; itu adalah penegasan kasta. Sebuah pengingat brutal bahwa sekaya apa pun Nadia, sekeren apa pun gedung Apex Media, dan senyaman apa pun momen makan siang bersama yang mereka lalui, Andra tetaplah seorang buruh harian dari desa yang posisinya bisa bergeser dalam sekali jentikan jari. Ada rasa malu yang berbaur dengan rasa bersalah yang teramat sangat di dalam benak Andra. Ia merasa seolah-olah ketulusan prinsip yang ia banggakan selama ini telah ternoda oleh angan-angan kosong yang tidak seharusnya ia pelihara.
Denting lift berbunyi halus saat pintu bergeser terbuka di lantai 17. Andra melangkah keluar dengan kepala tertunduk. Koridor utama tampak lengang, namun atmosfer di sekitar meja kerjanya terasa sangat menegangkan.
Pintu kaca ruang kerja Nadia terbuka lebar. Dari posisinya berdiri, Andra bisa mendengar suara bariton Pak Gunawan yang terdengar dingin, beradu dengan nada suara Nadia yang meninggi—sesuatu yang sangat jarang terjadi di lingkungan kantor yang biasanya serba profesional ini.
"Aku tidak peduli seberapa sibuk kampanye iklan kosmetikmu itu, Nadia. Dokumen pengalihan aset ini harus selesai hari ini juga!" suara Gunawan terdengar menggema hingga ke lobi luar. "Investor dari Singapura tidak mau menunggu jadwal presentasimu yang bertele-tele."
"Bertele-tele kamu bilang, Mas?" sahut Nadia, suaranya bergetar menahan amarah yang meledak. "Ini proyek terbesar Apex Media tahun ini! Timku bekerja siang malam untuk memenangkannya. Dan kamu datang ke sini han…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 13: Cermin yang Retak
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments