Pukul sebelas lewat empat puluh lima menit siang, suasana di lantai 17 Apex Media mulai melambat seiring mendekatnya jam istirahat. Andra baru saja selesai menyusun jadwal temu Nadia dengan perwakilan asosiasi periklanan untuk pekan depan ketika perhatiannya teralih oleh kedatangan seorang pria paruh baya berpakaian rapi dengan logo katering eksklusif di dadanya. Pria itu membawa sebuah tas jinjing termal berukuran sedang berwarna hitam legam.
"Selamat siang, betul dengan Mas Andra, asisten Ibu Nadia?" tanya pria itu dengan sikap yang sangat sopan.
"Nggih, betul saya sendiri," jawab Andra, bangkit dari kursi kerjanya.
"Ini titipan dari kediaman Ibu Nadia. Dua porsi makan siang, sudah diamanatkan untuk diantar langsung ke meja depan," ujar kurir tersebut sembari menyerahkan tas termal yang terasa hangat saat beralih ke tangan Andra. After mengucapkan terima kasih, Andra membawa tas itu dengan perasaan yang mendadak berdesir aneh.
Ia membuka ritsleting tas tersebut di atas mejanya. Di dalam, terdapat dua buah kotak bekal bersekat yang terbuat dari bahan baja tahan karat premium. Desainnya sangat modern dan elegan, jauh berbeda dari kotak plastik kusam miliknya yang biasa ia bawa dari rumah kontrakan Palmerah.
Tepat pukul dua belas siang, pintu kaca ruang kerja Nadia bergeser terbuka. Wanita itu berdiri di ambang pintu, menatap Andra yang masih memandangi tas bekal tersebut. Pagi ini, setelah kemenangan besar pada presentasi kemarin, aura kepemimpinan Nadia tampak semakin matang, namun ada kelembutan yang sengaja ia tunjukkan khusus untuk asisten pribadinya.
"Sudah datang makanan kita, Andra?" tanya Nadia, nadanya terdengar renyah dan kasual.
"Sudah, Bu Nadia. Baru saja diantar oleh kurir," jawab Andra, kembali memosisikan dirinya sebagai bawahan yang tahu batas.
Nadia tersenyum tipis, lalu melambaikan tangan kirinya memberi isyarat. "Bawa masuk ke dalam. Kita makan di meja tengah saja."
Andra sempat ragu sejenak. Menolak perintah atasan tentu bukan pilihan yang bijak,…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 11: Bekal dan Meja yang Sama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments