Suara isak tangis Nadia yang tertahan di belakang punggung Andra menjadi satu-satunya melodi yang memecah ketegangan di dalam ruangan. Di luar pintu kaca yang terbuka, atmosfer kantor Apex Media mendadak mati. Puluhan pasang mata staf administrasi hingga manajer divisi yang biasanya sibuk lalu-lalang, kini terpaku ke satu arah. Mereka menahan napas, menyaksikan bagaimana sang raksasa dari Bali, Gunawan, sedang menumpahkan seluruh racun dendam yang dipendamnya selama dua belas bulan penuh.
Andra Bayu sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari sepasang mata kecil Gunawan yang memerah. Di bawah kemeja abu-abu gelapnya, otot-otot dadanya mengencang. Karisma pemuda desa yang tulus kini berpadu dengan ketegasan seorang pria kota yang telah setahun penuh memimpin proyek bernilai miliaran. Ia tahu, satu kedipan mata yang menunjukkan kelemahan akan membuat Gunawan menggilas mereka berdua tanpa sisa.
(Pak Gunawan,) suara bariton Andra menggelegar rendah, memotong sisa tawa sarkasme pria tambun itu. Nada suaranya begitu stabil, jantan, dan penuh penekanan yang berwibawa. (Foto-foto ini tidak membuktikan tindak pidana apa pun. Sebagai asisten pribadi Managing Director, adalah tugas saya untuk memastikan keamanan dan logistik Mbak Nadia, termasuk mengantar dokumen atau memastikan keselamatan beliau saat teror dari Anda dari Bali mulai mengganggu kinerja operasional perusahaan.)
Gunawan mendengus, rahangnya yang berlipat mengencang mendengar jawaban Andra yang begitu tenang dan taktis. Ia tidak menyangka bocah yang setahun lalu bisa diintimidasi dengan gertakan kecil, kini memiliki kemampuan retorika yang begitu matang.
(Masih mau bersilat lidah, hah?! Kamu pikir aku bodoh?!) Gunawan maju selangkah, menekan perut tambunnya ke tepi meja kerja Nadia, memperpendek jarak dengan Andra. (Hukum pidana mungkin butuh waktu untuk membuktikan seprei ranjang mana yang kalian tiduri. Tapi opini publik dan dewan komisaris tidak butuh waktu selama itu! Begitu foto-foto ini dan draf lapor…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 40: Sudut Sempit Koridor Kekuasaan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments