Andra berlari menyusuri tangga darurat dari lantai 17 menuju area parkir bawah tanah, memilih mengabaikan lift yang lambat karena harus berhenti di setiap lantai. Langkah kakinya yang lebar berdentang keras di dalam lorong beton yang sepi. Napasnya memburu, namun fokus di kepalanya hanya tertuju pada satu hal: dokumen di dalam dekapannya harus sampai di kawasan SCBD sebelum jarum jam menyentuh angka lima.
Begitu sampai di area parkir basemen yang temaram dan pengap oleh asap knalpot, Andra segera menghampiri motor bebek tua milik Mas Joko. Motor bertenaga seratus sepuluh sentimeter kubik itu tampak sangat sederhana di antara deretan mobil mewah para eksekutif Apex Media. Andra menghidupkan mesin menggunakan engkol kaki. Suara raungan mesin tua itu bergema memecah kesunyian basemen. Setelah memakai helm standar yang kaca depannya sudah agak buram oleh baret, Andra langsung memutar tuas gas, melesat naik menuju gerbang keluar gedung.
Begitu keluar ke jalan raya, pemandangan macet total langsung menyambutnya. Deretan mobil dan bus kota mengular panjang tak bergerak di sepanjang jalur protokol Sudirman. Langit di atas semakin menggelap, kelabu keunguan, dan rintik hujan pertama mulai jatuh membasahi kaca helm Andra. Sekarang sudah pukul empat lewat empat puluh lima menit. Waktu hanya tersisa lima belas menit lagi.
Andra memutar otak, mengingat-ingat peta jalan tikus yang pernah diajarkan Mas Joko saat mereka berkendara di minggu pertama. Ia membelokkan setang motornya dengan tajam ke arah kiri, menyelinap di antara celah sempit pembatas jalan, lalu masuk ke dalam sebuah gang perumahan padat penduduk di belakang deretan gedung bertingkat.
Gang itu sangat sempit, hanya cukup untuk dilewati dua motor yang berpapasan. Lantainya berupa konblok yang licin karena mulai basah oleh air hujan. Andra berkendara dengan kecepatan tinggi namun tetap penuh perhitungan. Ia meliuk-liuk menghindari jemuran warga, pot-pot tanaman di pinggir jalan, serta beberapa anak kecil yang berlari…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 17: Mengejar Waktu di Aspal Ibu Kota
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments