Andra memasukkan kartu nama tebal berujung emas milik Diana ke dalam saku jaket parasutnya yang masih lembap. Ia tidak terlalu memikirkan tawaran muluk dari wanita berkuasa di gedung SCBD tersebut, karena baginya saat ini, prioritas utamanya tetaplah menyelesaikan kewajibannya di Apex Media dan menjaga profesionalisme yang sempat koyak. Pemuda desa itu segera melangkah keluar dari lobi steril menara kaca tersebut, kembali memacu motor bebek tua milik Mas Joko menembus sisa-sisa hujan malam yang membasahi aspal Jakarta.
Pikiran Andra sepanjang jalan tetap tertuju pada satu orang: Nadia. Bayangan bos wanitanya yang menangis tersedu-sedu di atas lantai beludru, meluapkan seluruh kerapuhannya dalam pelukannya, terus membayangi benak Andra. Ada rasa iba yang mendalam, sekaligus debaran aneh yang kian hari kian sulit ia tepis. Munculnya Diana malam ini hanyalah sebuah riak kecil, sebuah penanda bahwa pesona alami dan ketulusan Andra mulai menarik perhatian para wanita sukses di kota ini, meskipun fokus batin Andra saat ini masih sepenuhnya terkunci pada sosok Nadia.
Pukul enam lewat tiga puluh menit malam, Andra tiba kembali di lantai 17 gedung Apex Media. Suasana kantor sudah sangat sepi, hanya menyisakan pendar lampu koridor dan cahaya dari dalam ruangan Nadia. Andra melangkah mendekati meja depannya dengan pakaian yang sebagian besar sudah mengering karena terpaan angin jalanan.
Saat ia sedang meletakkan helm, pintu kaca ruangan Nadia bergeser terbuka. Nadia melangkah keluar. Ia sudah merapikan kembali riasan wajahnya, namun gurat kelelahan emosional masih tampak samar di sepasang mata indahnya.
Andra, kamu sudah kembali? Bagaimana dengan dokumennya? tanya Nadia, suaranya terdengar jernih namun ada nada kecemasan yang tidak bisa ia sembunyikan.
Sudah aman, Bu Nadia. Dokumen revisi sudah diterima langsung oleh tim hukum mereka pada pukul empat lewat lima puluh delapan menit. Pihak mereka menyatakan kontrak tetap berjalan sesuai kesepakatan awal, jawab Andra sambil membu…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 19: Percikan Baru di Tengah Badai
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments