Cahaya fajar menyelinap malu-malu menembus tirai tipis apartemen Kebayoran Baru, melukis garis-garis keemasan di atas ranjang berbalut seprai katun Mesir yang berantakan. Udara dingin dari pendingin ruangan masih berembus pelan, membawa sisa-sisa aroma lilin melati yang telah meredup sejak beberapa jam lalu.
Andra Bayu terbangun ketika jam digital di atas nakas menunjukkan pukul lima pagi. Rasa hangat dari tubuh Nadia yang tidur melingkar di sampingnya, dengan satu tangan wanita itu memeluk erat pinggang tegapnya, sempat membuat Andra enggan bergerak. Wajah Nadia tampak begitu polos tanpa beban di bawah temaram fajar, jauh dari kesan wanita besi yang ditakuti di lantai 17.
Namun, Andra tahu batas waktu permainan ini. Dengan perlahan dan penuh kehati-hatian, ia memindahkan tangan halus Nadia dari perutnya, lalu bangkit dari tempat tidur. Ia memungut kemeja abu-abu gelapnya yang tergeletak di lantai, memakainya kembali sembari berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke lanskap kota Jakarta yang mulai terjaga.
Pikiran Andra mendadak kembali dingin. Kehangatan intim yang baru saja ia lalui bersama Nadia terasa seperti candu yang memabukkan, sekaligus alarm yang terus berdering di kepalanya. Kata-kata Diana tentang aliansi saham dan status hukum seolah menjadi bayang-bayang hitam yang berdiri di sudut kamar mewah ini, mengintai setiap embus napas mereka.
(Kenapa sudah bangun, Andra?) suara serak khas bangun tidur milik Nadia memecah keheningan.
Andra menoleh, mendapati Nadia sudah duduk bersandarkan bantal, menarik selimut putih gading untuk menutupi dadanya. Rambutnya yang sedikit acak-acakan justru menambah kesan seksi dan matang pada penampilannya pagi ini.
(Saya harus segera pulang ke kontrakan untuk bersiap-siap, Mbak Nadia. Kurang baik jika ada staf apartemen atau tetangga yang melihat saya keluar dari unit ini terlalu siang,) jawab Andra dengan suara baritonnya yang tenang namun tegas.
Nadia mengembuskan napas panjang, ada gurat kekecewaan yang samar di wajah…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 32: Sisa Kehangatan dan Isyarat yang Terbelah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments