Suara raungan mesin mobil sport milik Valerin yang menjauh dari halaman vila Kebayoran Baru perlahan menyisakan keheningan yang pekat di dalam kamar utama. Andra masih berdiri di posisi semula, menjabat pergelangan tangan Diana dengan erat. Ketegangan otot di rahangnya belum sepenuhnya mengendur, perang melawan Baskara belum usai, namun kini garis pertempuran baru yang melibatkan dua saudari dinasti Wijaya telah resmi ditarik.
Diana menatap punggung tegap Andra yang berdiri di depannya bagai benteng. Perlahan, wanita itu menyandarkan keningnya di belikat Andra yang lebar, menghirup aroma maskulin yang bercampur dengan sisa wewangian mahal milik Nadia dari malam sebelumnya. Sebagai wanita jeli, Diana tahu betul ada jejak wanita lain yang melekat pada Andra demi kebebasannya hari ini. Rasa bersalah dan tekadnya untuk berkuasa semakin mengkristal.
"Maafkan aku, Andra... karena menyeretmu kembali ke dalam pusaran lumpur keluargaku," bisik Diana, suaranya terdengar begitu tulus namun bergetar oleh ambisi baru.
Andra membalikkan tubuhnya, menatap sepasang mata Diana yang jernih namun sarat akan luka. "Kita sudah berada di dalam lumpur ini sejak setahun lalu, Dian. Tidak ada jalan untuk mundur. Jika merebut Wijaya Capital adalah satu-satunya cara untuk menghancurkan Baskara dan melindungimu, maka aku akan mendampingimu sampai akhir."
Diana tersenyum tipis, sebuah kehangatan yang langka menyelimuti hatinya. Namun, momen intim mereka mendadak terganggu oleh bayangan siluet yang bergerak di ambang pintu kamar.
Andra menoleh tajam. Di sana, Sekar masih berdiri membeku di bawah temaram lampu koridor. Wajah adiknya pias, dengan bibir bawah yang tampak sedikit terluka dan meneteskan setitik darah kering—akibat gigitannya sendiri menahan badai emosi. Sepasang mata jernih yang dulu selalu menatap Andra dengan kepolosan seorang adik, kini meredup, memancarkan kombinasi rasa sakit yang mendalam dan kecemburuan yang obsesif.
"Sekar? Kenapa belum tidur?" tanya Andra, nadanya sengaja di…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
BAB 83 – PENGHIANATAN SANG ADIK
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments