Isak tangis Nadia perlahan-lahan mulai mereda di atas pundak tegap Andra. Kehangatan dari pelukan pemuda desa itu terasa seperti sebuah jangkar kokoh di tengah badai kepanikan yang sempat menggulung kesadaran Nadia. Selama beberapa menit, ruangan itu hanya dipenuhi oleh suara tarikan napas Nadia yang masih tidak teratur.
Andra tetap bergeming di posisinya, berlutut di atas lantai beludru sambil terus mengusap punggung Nadia dengan penuh kelembutan. Ia tidak memiliki tendensi apa pun malam ini; tindakannya murni lahir dari rasa kemanusiaan seorang anak manusia yang tidak tega melihat sesamanya hancur. Di dalam saku celananya, telepon genggam jadul miliknya—yang layarnya hanya berlatar lampu monokrom dan tombol-tombolnya sudah agak aus—terasa mengganjal di paha, seolah menjadi pengingat bisu akan kesederhanaan dunianya yang sangat kontras dengan kemegahan ruang kerja ini.
Nadia perlahan melonggarkan dekapannya. Ia memundurkan tubuhnya sedikit, menatap wajah Andra dengan mata yang masih basah dan memerah. Kesadaran sebagai seorang pemimpin di Apex Media perlahan-lahan mulai kembali ke kepalanya, memicu rasa canggung setelah ia meruntuhkan seluruh harga dirinya di hadapan sang asisten.
Maaf, Andra. Saya benar-benar... saya tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi semua ini, bisik Nadia seraya menyeka pipinya yang basah menggunakan telapak tangan.
Mbak Nadia tidak perlu minta maaf, jawab Andra tulus, matanya menatap langsung ke dalam manik mata Nadia dengan pancaran keteduhan yang konstan. Ibu saya selalu bilang, air mata itu bukan tanda kalau kita lemah, Mbak. Itu tanda kalau kita sudah terlalu lama menahan beban sendirian. Kalau Mbak sudah merasa sedikit lebih tenang, ada hal mendesak dari kantor yang harus kita selesaikan sekarang juga.
Andra berdiri lebih dulu, lalu mengulurkan tangannya yang besar dan kasar untuk membantu Nadia bangkit dari lantai. Nadia menerima uluran tangan itu, merasakan kembali kekuatan fisik Andra yang protektif. Setelah Nadia duduk di sofa…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 16: Badai di Balik Pintu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments