Gema hantaman pintu jati oleh Gunawan perlahan surut, meninggalkan keheningan yang begitu pekat dan menekan di dalam ruang rapat utama lantai 17 Apex Media. Udara di dalam ruangan terasa berat, menyisakan residu amarah dan kebencian yang ditinggalkan oleh pria paruh baya dari Bali itu.
Andra Bayu tetap berdiri kokoh di tempatnya, tepat di samping kursi Nadia. Rahangnya mengencang, dan sepasang mata hitamnya yang teduh kini memancarkan kewaspadaan yang tinggi. Namun, fokusnya segera teralih sepenuhnya begitu ia mendengar suara napas yang memburu dan patah-patah dari wanita di sebelahnya.
Nadia masih terduduk kaku. Jemari halusnya yang memutih karena mencengkeram pulpen perak kini bergetar hebat. Wajah cantiknya yang biasa memancarkan wibawa dingin sebagai seorang Managing Director, kini tampak pias tanpa darah. Kalimat ancaman Gunawan “mencari tahu apa yang kamu lakukan di belakangku” bagaikan pisau yang terus menguliti ketenangannya, meruntuhkan seluruh benteng pertahanan yang ia bangun dengan susah payah.
(Mbak Nadia... Mbak Nadia, mboten napa-napa?) bisik Andra lirih, melangkah mendekat. Nada suaranya sarat akan ketulusan murni, sebuah kepedulian yang melampaui batas formalitas pekerjaan.
Nadia tidak menjawab. Serangan panik yang hebat mendadak mencengkeram dadanya hingga ia merasa pasokan oksigen di ruangan itu menguap habis. Air mata yang sejak tadi ditahannya kini luruh, merusak riasan tipis di pipinya. Dengan tubuh yang bergetar hebat, Nadia melepaskan pulpennya, lalu mendongak menatap Andra. Tatapan matanya yang basah mencerminkan kerapuhan yang teramat sangat, bercampur dengan binar posesif dan ketakutan kehilangan yang teramat pekat.
Tanpa memedulikan status jabatan mereka, Nadia bangkit berdiri dan langsung menghambur ke dalam dekapan Andra. Ia memeluk pinggang tegap pemuda desa itu dengan sangat erat, menyembunyikan wajahnya di dada bidang Andra yang hangat. Tangisnya pecah, menyuarakan keputusasaan seorang wanita yang terjebak dalam pernikahan beracun.
…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 34: Pelarian di Ruang yang Terkunci
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments