Mobil sedan mewah milik Nadia berhenti tepat di depan sebuah rumah kolonial berarsitektur megah di kawasan Menteng. Papan nama kuningan kecil di depan pagar bertuliskan sebuah nama perancang busana eksklusif yang biasa menangani pakaian para pejabat dan konglomerat ibu kota. Tempat itu tampak sangat sunyi dan privat, sengaja disewa penuh oleh Nadia malam ini agar tidak ada mata publik yang melihat aktivitas mereka.
Mari masuk, Andra, ucap Nadia sembari membuka pintu mobil.
Andra melangkah turun, merapikan kemeja kerja sederhananya yang mulai agak kusut setelah seharian duduk di balik meja administrasi. Menapakkan kaki di lantai marmer butik mewah ini membuatnya merasa seperti alien yang tersesat di planet lain.
Seorang pria paruh baya dengan gaya pakaian yang sangat modis menyambut kedatangan mereka dengan senyuman lebar. Selamat malam, Ibu Nadia. Suatu kehormatan besar Anda berkunjung malam ini. Jadi, ini pria muda yang Anda ceritakan di telepon tadi? tanya desainer tersebut, matanya langsung menilai postur tubuh Andra dengan tatapan profesional yang kagum.
Iya, Edward. Tolong buatkan setelan jas paling sempurna untuknya. Besok malam dia akan mendampingi saya di acara tahunan perkumpulan pengusaha, jawab Nadia, suaranya terdengar sangat bangga saat memperkenalkan Andra.
Edward berjalan mengitari tubuh Andra, sesekali mengetukkan pita ukurnya ke dagu. Postur tubuhnya luar biasa, Ibu Nadia. Tinggi seratus delapan puluh sentimeter, bahunya bidang, dan proporsinya sangat maskulin. Jarang sekali ada pria kota yang memiliki proporsi tubuh sekokoh ini tanpa rekayasa olahraga berlebih. Kulit sawo matangnya juga memberikan kesan jantan yang sangat kuat. Ini akan menjadi kanvas yang luar biasa untuk setelan jas potongan klasik saya.
Andra hanya bisa berdiri tegak sesuai instruksi, sementara Edward mulai melingkarkan pita ukur di dada, pinggang, hingga panjang lengannya.
Nadia duduk di sebuah sofa beludru merah di sudut ruangan, menopang dagunya dengan tangan kanan sembari…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 22: Setelan Jas di Menteng dan Sentuhan yang Berbeda
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments