Pintu ganda ruang rapat utama yang terbuat dari kayu jati berlapis peredam suara itu terbuka perlahan. Suasana di dalam ruangan berkapasitas tiga puluh orang itu terasa sangat mencekik. Hawa dingin dari pendingin ruangan sentral seolah bercampur dengan ketegangan yang pekat. Di tengah meja oval raksasa, beberapa direktur divisi dan perwakilan investor dari Bali sudah duduk dengan wajah kaku, menghadap ke arah ujung meja tempat di mana kekuasaan Apex Media terbelah.
Nadia duduk di kursi utamanya dengan posisi tegak, mengenakan setelan blazer berwarna hitam pekat yang memberikan kesan formal yang dingin. Wajah cantiknya tampak tenang bagai telaga, namun Andra yang sudah hafal setiap detail gerak-gerik wanita itu bisa melihat cengkeraman erat jemari Nadia pada pulpen peraknya.
Tepat di seberang Nadia, duduk Gunawan. Pria itu menyandarkan punggungnya dengan angkuh, mengenakan kemeja desainer abu-abu tanpa dasi dengan dua kancing atas terbuka. Di sampingnya, dua orang pria paruh baya berkacamata dengan setelan jas rapi—tim audit pribadi yang dibawa langsung dari Bali—sedang sibuk membuka laptop masing-masing.
Andra Bayu melangkah masuk dengan langkah kaki yang teratur dan mantap. Langkahnya tidak lagi ragu seperti saat ia menjadi staf administrasi biasa. Postur tubuhnya yang tegap, bahunya yang bidang di balik kemeja biru navy, serta sorot matanya yang tenang memberikan impresi kuat bahwa pria muda ini siap menghadapi badai apa pun.
(Selamat siang, Bapak dan Ibu Direksi,) sapa Andra dengan suara bariton yang berat dan bergema di penjuru ruangan. Ia berjalan menuju kursi kosong di sebelah kiri Nadia, lalu meletakkan map tebal proyek SCBD di atas meja.
Gunawan langsung menegakkan posisi duduknya begitu melihat kehadiran Andra. Sepasang matanya menyipit, memancarkan kilatan kebencian dan penghinaan yang mendalam. (Jadi, ini dia yang namanya Andra Bayu? Account Executive baru kita yang fenomenal itu?) Gunawan terkekeh sinis, suaranya sengaja dikencangkan agar didengar oleh s…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 33: Konfrontasi di Ruang Pleno
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments