Air yang menetes dari ujung-ujung jaket parasut murah milik Andra menciptakan genangan kecil di atas lantai marmer lobi gedung menara SCBD. Sembari menunggu staf hukum turun mengambil dokumen, Andra berdiri dengan posisi canggung di dekat pilar. Beberapa orang eksekutif muda yang lewat sesekali meliriknya dengan pandangan merendahkan, namun Andra memilih mengabaikan mereka. Fokusnya kini adalah memastikan dokumen merah di tangan resepsionis itu benar-benar berpindah ke orang yang tepat.
Denting lift khusus berbunyi di dekat meja resepsionis. Seorang wanita dengan langkah kaki yang tegas dan berirama anggun melangkah keluar. Wanita itu mengenakan setelah celana formal berwarna abu-abu muda yang sangat pas di tubuhnya yang proporsional. Rambutnya dipotong pendek bergaya bob modern, membingkai wajahnya yang cantik dengan garis rahang yang tegas namun manis. Kacamata berbingkai tipis bertengger di hidungnya yang mancung, memberikan kesan intelektual yang sangat kuat.
Dia adalah Diana, Direktur Hukum perusahaan kosmetik multinasional ini. Diana dikenal sebagai salah satu eksekutif wanita paling dingin dan tanpa kompromi di kawasan segitiga emas Jakarta. Dia adalah orang yang setengah jam lalu membuat tim kreatif Apex Media menangis histeris di telepon karena ancaman pembatalan kontrak.
Mana dokumen revisi dari Apex Media? tanya Diana kepada petugas resepsionis, suaranya terdengar jernih, tegas, dan penuh wibawa.
Ini, Ibu Diana. Baru saja diantar dua menit yang lalu sebelum jam lima, jawab resepsionis sambil menyerahkan map merah itu.
Diana menerima map tersebut, membukanya dengan cepat, dan memeriksa lembar demi lembar halaman hukum yang sudah ditandatangani oleh Nadia. Setelah memastikan semua stempel dan formula bahan baku sudah sesuai dengan regulasi, seulas senyum tipis kepuasan muncul di bibirnya. Tindakan tanggap darurat dari Apex Media ini cukup mengesankan baginya.
Siapa kurir yang mengantar dokumen ini sore-sore begini menembus macet? tanya Diana lagi, be…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 18: Tatapan yang Berbeda di Lantai 22
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments