Ruangan Direktur Hukum di lantai 22 itu kini terasa seperti ruang hampa. Tidak ada lagi percakapan mengenai pasal-pasal, audit, atau strategi investasi yang biasanya menjadi atmosfer keseharian di sana. Yang tertinggal hanyalah suara napas yang memburu dan denting jam dinding yang terdengar begitu nyaring, seolah menghitung waktu bagi Andra Bayu yang perlahan kehilangan kedaulatan atas dirinya sendiri.
Di atas meja jati yang luas itu, berkas-berkas audit tahunan telah disapu bersih ke lantai, berserakan tanpa arah. Diana tidak lagi tampak seperti seorang Direktur Hukum yang disegani di seluruh kawasan SCBD, ia kini adalah wanita yang mabuk akan kekuasaan dan hasrat. Ia menuntut Andra bukan sekadar sebagai mitra, melainkan sebagai properti yang ia klaim sepenuhnya melalui paksaan yang ia bungkus dengan janji perlindungan.
Andra memejamkan mata rapat-rapat saat ia merasakan jemari Diana yang dingin namun menuntut menelusuri setiap inci otot bahunya. Rasa bersalah yang tadi menghujam hatinya saat berpamitan pada Nadia kini berubah menjadi mati rasa yang menyakitkan. Ia merasa seperti seorang prajurit yang telah menyerah sebelum perang dimulai bukan karena ia tidak memiliki kekuatan, tetapi karena ia terikat oleh janji untuk menjaga keselamatan wanita yang dicintainya.
(Jangan memikirkan Nadia sekarang, Andra. Fokus padaku,) bisik Diana, suaranya parau, menekan tepat di ceruk leher Andra. (Jika kamu memikirkan wanita lain saat berada dalam pelukanku, itu hanya akan membuat hukuman bagi Gunawan—dan bagi dirimu sendiri—menjadi jauh lebih berat.)
Andra membuka mata, menatap langit-langit ruangan yang samar. Ia mengerang tertahan saat Diana kian mendominasi ruang geraknya. Di saat itu juga, Andra menyadari satu hal yang pahit: ia telah terjebak dalam sebuah permainan di mana ia tidak lagi menjadi pemain, melainkan sekadar bidak yang diperebutkan oleh dua ratu yang saling bertolak belakang namun sama-sama ingin memilikinya.
Setelah pergolakan fisik yang panjang dan menguras…
Antara Ketulusan Dan Godaan Bos
Bab 43: Tumbal di Atas Meja
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments